Berita

Ratna Sarumpaet/net

Ratna Sarumpaet: Ahok Bisa Beli Tentara, Polisi Dan KPK

JUMAT, 11 MARET 2016 | 19:29 WIB | LAPORAN: FEBIYANA

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dituding bisa membeli tentara dan polisi, termasuk Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Aktivis hak asasi manusia Ratna Sarumpaet mencontohkan, dalam dugaan korupsi lahan Rumah Sakit Sumber Waras yang saat ini sedang ditangani KPK, orang nomor satu di ibukota tersebut menggunakan kekuatan TNI dan polisi untuk mengamankannya.

"Ahok bisa beli apa saja. Dia sudah beli tentara, dia beli kepolisian, dia beli KPK," beber Ratna dalam diskusi bertema 'Jakarta Tanpa Ahok', di kawasan Tebet, Jakarta, Jumat (11/3).


Dia menyesalkan pernyataan lembaga anti rasuah yang belum dapat menetapkan Ahok sebagai tersangka dikarenakan masih melakukan penyelidikan korupsi Sumber Waras.

"KPK memberikan pernyataan yang meyakinkan bahwa masih dicari. Jadi tidak ada bukti untuk mendorong Ahok menjadi tersangka," ujar Ratna.

Padahal, Ratna mengaku mengikuti kasus Sumber Waras sejak awal ditangani Badan Pemeriksa Keuangan (KPK) sampai tahap audit investigasi. Maka dari itu, dia mensinyalir Ahok telah melakukan pelanggaran.

"Bahkan dari pelapor Pak Amir Hamzah kita bisa melihat bukti-bukti dan secara logika orang bodoh pun bisa tahu ini jelas melanggar," tukasnya.

Dia juga menyatakan sudah menyurati Komisi III DPR RI soal masalah tersebut dengan harapan dapat diperhatikan oleh parlemen.

"Kita menulisi surat ke komisi III untuk tatap muka, untuk melaporkan, untuk menanyakan apa sih yang bisa dilakukan Komisi III kepada KPK yang modelnya seperti ini. Kita mau mendorong mereka melakukan tugasnya untuk mengawal, untuk push. Itu yang sekarang sedang kita kerjakan," tegas Ratna yang juga ketua Majelis Kedaulatan Rakyat Indonesia (MKRI). [wah] 

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Wall Street Lesu, Nasdaq Anjlok Paling Dalam

Rabu, 10 Juni 2026 | 08:20

Tok! Pertamax Naik Drastis Jadi Rp16.250 per Liter Mulai Hari Ini

Rabu, 10 Juni 2026 | 08:02

Peringati 100 Hari Perang, Ghalibaf Puji Keteguhan Rakyat Iran

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:49

Logam Mulia Melemah, Pasar Waspadai Lonjakan Inflasi AS

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:39

JIS Diburu Sponsor, Jakpro Mulai Proses Tender Naming Rights

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:27

AS Gempur Iran Setelah Helikopter Apache Ditembak Jatuh di Selat Hormuz

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:16

Saham Teknologi dan Perbankan Tertekan, Bursa Eropa Ditutup Lesu

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:05

Ditopang Geng Solo dan Golkar, Duet Gibran-Bahlil Bisa jadi Efek Kejut di Pilpres 2029

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:58

Iran Disebut Memiliki Tiga Senjata Nuklir yang Bikin AS-Israel Ketar-ketir

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:30

Lagu ‘MBG’ Sarana Efektif Dongkrak Popularitas Bahlil Menuju Pilpres 2029

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:01

Selengkapnya