Berita

Bisnis

BLOK MASELA

Lapor Ke Presiden, SKK Migas Jiplak Laporan Inpex

JUMAT, 11 MARET 2016 | 16:35 WIB | LAPORAN:

Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) menjiplak laporan hasil perhitungan Inpex Corporation soal pembangunan Lapangan Gas Abadi-Blok Masela.

Inpex adalah kontraktor Blok Masela sejak 1998. Inpex mengeksplorasi sumber gas dan setelah mendapatkannya Inpex bermimpi membangun kilang LNG di laut (offshore).

Perusahaan Jepang ini kemudian membuat perhitungan, perbedaan biaya pembangunan kilang LNG di laut dan di darat. Mereka pun mengeluarkan laporan bahwa ongkos pembangunan kilang LNG di laut lebih murah dibandingkan darat.


Tenaga Ahli Bidang Kebijakan Energi Kemenko Maritim dan Sumber Daya, Abdulrachim, membeberkan, laporan Inpex itu kemudian dipakai "mentah-mentah" oleh SKK Migas untuk presentasi di muka Presiden Joko Widodo.

"SKK Migas jiplak langsung tanpa menghitung kembali, lalu mereka paparkan ke Presiden," kata Abdulrachim di Kantor Kemenko Maritim, Jakarta, Jumat, (11/3).

Secara terpisah, Tim Kajian Pengembangan Lapangan Gas Abadi-Masela, bernama Tim Fortuga, yang berisi tim tenaga ahli dari Kemenko Maritim membuat perhitungan yang berbeda dari laporan Inpex. Anggota tim Fortuga adalah pakar teknis di bidang LNG dan Petrokimia, ahli-ahli yang sudah sekitar 30 tahun bergerak di bidang LNG.

Hasil hitungan mereka, biaya onshore ternyata lebih murah. Terdapat selisih US$ 6 miliar lebih murah dibanding pembangunan kilang di laut.

"Kalau di laut biayanya 22 miliar dolar, kalau darat 16 milliar dolar. Selisih 6 miliar dolar pembangunannya, atau Rp 81 triliun. Belum lagi keuntungan multiplier effectnya," jelasnya.

Ia mengajak berlogika, dan membandingkan dengan pembangunan kilang LNG offshore "Prelude" di Australia yang hampir rampung dan akan beroperasi 2017 mendatang, berada beberapa ratus kilometer dari daratan. Kapasitas kilangnya 3,6 juta ton LNG pertahun, biaya pembangunannya US$ 13 miliar. Sedangkan Blok Masela, menghasilkan 7,5 juta ton LNG pertahun.

Ia menduga, laporan pembangunan kilang laut berongkos lebih rendah adalah manipulasi Inpex agar bisa masuk kontrak dari SKK Migas.

"Nanti setelah dapat kontrak, dia naikin angkanya. Itu biasa terjadi di dunia Migas. Kita enggak mau lagi yang seperti itu terjadi," ujarnya.

Ia mengaku prihatin dengan silang pendapat soal Blok Masela. Padahal jelas, akan sangat menguntungkan dan efisien jika kilang di bangun di darat. Membangun kilang LNG di darat lebih menghemat biaya sebesar Rp 81 triliun.

"Bayangkan, uang segitu bisa alokasikan ke pembangunan lain. Jembatan Suramadu saja biayanya cuma Rp 5 triliun, Lapangan Terbang Perintis cuma Rp 300 miliar. Bisa kita gunakan kemana duit selisih Rp 81 triliun itu?" ungkap Abdulrachim. [ald]

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

UPDATE

Awal Pekan, Harga Emas Antam Terpantau Turun ke Rp2.668.000 per Gram

Senin, 22 Juni 2026 | 10:21

Harta Zita Anjani Melonjak Rp100 Miliar, Hari Purwanto: Mungkin Menang Lotre

Senin, 22 Juni 2026 | 10:11

Emas Antam Mandek di Awal Pekan, Satu Gram Rp2,6 Juta

Senin, 22 Juni 2026 | 09:49

Bajak Kader Partai Lain, PSI Dinilai Tetap Berpotensi Jadi Partai Gurem

Senin, 22 Juni 2026 | 09:43

IHSG Menguat, Rupiah Tertekan Rp17.812 per Dolar AS

Senin, 22 Juni 2026 | 09:30

Dolar AS Menguat di Tengah Amblesnya Yen dan Poundsterling

Senin, 22 Juni 2026 | 09:20

Trump Sebut Starmer Gagal, Isu Pengunduran Diri PM Inggris Kian Menguat

Senin, 22 Juni 2026 | 09:11

Gibran Ingin Layanan Kesehatan di Wilayah 3T Diperkuat

Senin, 22 Juni 2026 | 09:00

Rayakan HUT ke-499, Jakarta Berikan Tarif Spesial Rp1 untuk MRT, LRT, dan TransJakarta Hari Ini

Senin, 22 Juni 2026 | 08:47

Bakal Turun Gunung Bareng PSI, Jokowi Dinilai Sulit Lepas dari Bayang-bayang Kekuasaan

Senin, 22 Juni 2026 | 08:46

Selengkapnya