Pengembangan Lapangan Abadi Blok Masela di Laut Arafura, Maluku, harus dengan skema "onshore" atau di darat.
Tenaga Ahli Bidang Kebijakan Energi Kementerian Koordinator Bidang Maritim dan Sumberdaya, Abdulrachim, menjelaskan tentang pengolahan gas alam cair (liquefied natural gas/LNG) di darat.
LNG, katanya, sebenarnya adalah suatu bentuk gas yang hanya diperlukan untuk transportasi. Misalnya, di Bontang ada kilang LNG. LNG merupakan gas yang didinginkan di suhu minus 150-160 derajat Celcius, dan jika dicairkan volumenya 1/600 volume gas.
Lalu, apabila gas hanya dipakai untuk energi pembangkit listrik atau power plant, keuntungannya tidak begitu maksimal dari segi profit keuangan. Akan lebih besar manfaat atau keuntungannya jika di olah Petrokimia, misalnya menjadi amoniak, metanol, atau bisa jadi pupuk dan plastik yang semuanya berbahan dasar gas.
" Itu memberikan nilai tambah jauh lebih tinggi daripada kita jual sebagai LNG, " kata Abdulrachim di Kantor Kemenko Maritim, Jakarta, Jumat (11/3).
Ia membeberkan, sebenarnya selama ini, Indonesia menjual LNG murah ke China dan Jepang. Apalagi ke Jepang, negeri Sakura tersebut memang miskin sumber daya gas. Lantaran itu, menurutnya, jika pembangunan Kilang LNG di Blok Masela dilakukan off shore, maka hanya menjual LNG saja ke Jepang menggunakan kapal-kapal besar, tidak bisa dikembangkan ke industri lain yang lebih bernilai jual tinggi seperti Petrokimia.
"Sebetulnya kita rugi, kalau gas hanya kita bikin LNG saja, jual murah ke Jepang dan Negara lain," katanya.
Sedangkan untuk produk Petrokimia seperti bahan plastik saja, Indonesia masih mengimpor senilai 100 triliun per tahun. Menurutnya, ironis, Indonesia menjual gas LNG ke Negara lain, lalu membeli lagi barang jadinya berupa plastik dan barang lainnya.
"Kenapa kita tidak kembangkan sendiri, itu keuntungannya jika di darat (Pembangunan LNG Blok Masela). Seolah-olah kita hebat menjual LNG dari laut, pakai kapal-kapal besar, padahal dijual murah. Ini wawasan yang harus di clearkan dulu di masyarakat dan publik," tukasnya.
[dem]