Berita

yusri usman/net

Politik

Wajar Publik Anggap Ada Kepentingan JK Di Blok Masela

JUMAT, 11 MARET 2016 | 11:21 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Sentilan Jusuf Kalla yang mempermasalahkan perubahan nama Kementerian Koordinasi Bidang Kemaritiman menjadi Kementerian Koordinasi Bidang Maritim dan Sumberdaya merupakan sentilan nyinyir yang disampaikan wakil presiden itu kepada Rizal Ramli.

"Aneh kenapa JK seperti itu. Sebagai orang tua, JK seolah-olah malah terbaca membela Sudirman Said," ujar pengamat kebijakan migas, Yusri Usman, saat berbincang dengan Kantor Berita Politik RMOL, kemarin.

Seharusnya, kata dia, JK yang sudah malang melintang menduduki jabatan penting di republik ini menujukkan sikap sebagai seorang negarawan. Pertanyaannya, adakah kepentingan JK di Blok Masela sampai-sampai bersedia pasang badan membela Sudirman Said yang kerap melabrak undang-undang.


"Tidak mungkin orang berani pasang badan kalau tidak ada kepentingan. Jadi, wajar jika orang menduga-duga JK ada main di sana (Blok Masela), juga mengait-ngaitkannya dengan aliran dana dari Inpex seperti yang kabarnya masuk ke kantong Kuntoro dengan Tridaya Advisory-nya," imbuh Yusri.

Jika negarawan, menurut Yusri, JK mestinya menegur Sudirman Said karena sikap dan tindakannya kerap melabrak peraturan dan bertolak belakang dengan Nawacita dan Trisakti yang dijanjikan Presiden Jokowi pada pilpres lalu.

Dia mencontohkan, JK seharusnya menegur Sudirman Said karena memberi perpanjangan izin ekspor konsentrat kepada Freeport padahal tidak memenuhi kewajiban menyerahkan uang jaminan 4 juta dolar AS kepada negara. Sudirman Said juga ngotot mengembangkan Blok Masela dengan kilang di laut padahal rakyat menginginkan dibangun di darat karena bisa mengangkat pembangunan ekonomi masyarakat di sekitarnya.

Sudirman Said, kata Yusri mengingatkan JK, hingga saat ini tidak pernah memenuhi undangan koordinasi Rizal Ramli sejak pertama kali dilantik sebagai Menko pada pertengahan Agustus 2015. Padahal Peraturan Presiden Nomor 10 tahun 2015 tegas mengatur bahwa Kemenko Maritim bertugas mengoordinasikan empat kementerian, diantaranya Kementerian ESDM. Sementara dalam Peraturan Presiden Nomor 7 tahun 2015 tentang Organisasi Kementerian Negara,disebutkan bahwa kementerian koordinator mempunyai tugas menyelenggarakan  koordinasi, sinkronisasi, dan pengendalian urusan kementerian dalam penyelenggaraan pemerintahan di bidangnya.

"Pembangkangan Sudirman Said jelas-jelas bukan hanya kepada Rizal Ramli tetapi juga kepada Peraturan Presiden. Kalau seperti itu wajar publik menghubung-hubungkan JK sebagai bosnya Sudirman Said. Publik juga wajar menilai JK "dendam' terhadap RR karena mengoreksi proyek 35 ribu megawatt yang disebut banyak kalangan keluarga Pak JK ikut bermain di proyek tersebut," ulas Yusri.[dem]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Permintaan Chip AI Dongkrak Saham Intel hingga 24 Persen

Sabtu, 25 April 2026 | 12:18

Apa Itu UNCLOS? Dasar Hukum Jadi Acuan Indonesia di Selat Malaka

Sabtu, 25 April 2026 | 12:03

Purbaya Siap Geser hingga Non-Job Pegawai Pajak Bermasalah

Sabtu, 25 April 2026 | 12:02

Jalan Mulus Kevin Warsh ke Kursi The Fed, Dolar AS Langsung Terkoreksi

Sabtu, 25 April 2026 | 11:45

Subsidi Motor Listrik Disiapkan Lagi, Pemerintah Bidik 6 Juta Unit

Sabtu, 25 April 2026 | 11:16

IHSG Sepekan Anjlok 6,61 Persen, Kapitalisasi Pasar Menciut Jadi Rp12.736 Triliun

Sabtu, 25 April 2026 | 10:59

Rupiah Melemah, DPR Desak Pemerintah Jaga Daya Beli Rakyat

Sabtu, 25 April 2026 | 10:48

Wamen Ossy Gaspol Benahi Layanan Pertanahan: Target Tanpa Antrean dan Lebih Cepat

Sabtu, 25 April 2026 | 10:27

Ketergantungan pada Figur, Cermin Lemahnya Demokrasi Internal Parpol

Sabtu, 25 April 2026 | 10:02

Netanyahu Akui Sempat Jalani Terapi Kanker Secara Diam-diam

Sabtu, 25 April 2026 | 09:51

Selengkapnya