Berita

foto:net

On The Spot

Penumpang Keluar Duit Lebih Untuk Naik Ojek

KA Senja Utama Anjlok Di Tanah Abang
JUMAT, 11 MARET 2016 | 09:41 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Kereta rel listrik (KRL) atau commuter line relasi Stasiun Manggarai ke Stasiun Tanah Abang mengalami gangguan, kemarin.

Penyebabnya, Kereta Api (KA) Senja Utama Solo anjlok di Stasiun Tanah Abang. Akibatnya, ribuan penumpang menumpuk di Stasiun Manggarai, Jakarta Selatan.

Menjelang siang, kepadatan penumpang berangsur normal. Sudah tidak terlihat lagi penum­pukan penumpang. Hal itu ber­banding terbalik pada pagi hari, di mana ribuan penumpang ber­jejal di peron stasiun. Pasalnya, bertepatan dengan jam masuk kerja. Kendati demikian, masih terlihat puluhan penumpang yang duduk di kursi peron.


Perjalanan kereta yang menga­rah ke Stasiun Tanah Abang, be­lum sepenuhnya normal. Petugas terus menginformasikan kepada penumpang melalui pengeras su­ara bahwa jurusan Tanah Abang belum normal. Penumpang diim­bau untuk mencari alternatif alat transportasi lain.

Tidak semua relasi KRL terganggu. Commuter line lintasMaja/Parung Panjang/Serpongâ€"Tanah Abang tetap berjalan normal. Begitu pula lintas Bekasiâ€"Jakarta Kota dan Bogor/Depokâ€"Jakarta Kota ber­jalan seperti biasa. Sedangkan dari arah Jatinegara menuju Manggarai/Depok/Bogor per­jalanan KRL hanya dapat dilaku­kan sampai Tanah Abang.

Fery Hidayat, salah satu penumpang jurusan Stasiun Tanah Abang ini juga merasakan dampak dari anjloknya kereta. "Tadinya mau turun di Tanah Abang, tapi diinformasikan petugas bahwa kereta hanya sampai Stasiun Manggarai," keluh Feri.

Sebetulnya, kata pria berumur 30 tahun ini, informasi anjloknya kereta sudah diketahuinya se­jak pagi hari. Akhirnya, untuk menghindari berjubelnya pen­umpang, dia memilih berangkat usai sholat dzuhur dari Stasiun Cakung, Jakarta Timur.

"Alhamdulillah kereta kosong, tapi ya itu masih belum normal dan harus turun di Manggarai," ucap pria yang bekerja di Gedung DPR, Jakarta ini.

Padahal sehari-harinya, ia selalu turun di Stasiun Tanah Abang. Setelah itu melanjutkan perjalanan, naik kereta jurusan Serpong dan turun di Stasiun Palmerah. "Dari stasiun tinggal jalan saja ke DPR," tandasnya.

Walhasil, dengan adanya gangguan tersebut, Feri merasa terganggu. Soalnya, dari Stasiun Manggarai ke Gedung DPR lu­mayan jauh.

"Ini mau pesan ojek online. Untuk hari ini, pengeluaran trans­portasi membengkak dibanding biasanya," tutur Fery.

Untuk itu, dia berharap gang­guan KRL bisa diminimalisir, sehingga tidak merugikan pen­umpang. "Soalnya, dalam sebu­lan ini sudah dua kali gangguan," tutupnya.

Senada, Aris salah satu penumpang yang naik dari Stasiun Depok juga merasakan dampak dari anjloknya kereta di Stasiun Tanah Abang.

"Harusnya turun Tanah Abang, jadinya turun Manggarai," keluh pria yang bekerja di kawasan Thamrin, Jakarta Pusat ini.

Walhasil, Aris mengaku harus menyiapkan uang transportasi yang cukup banyak karena me­nyambung taksi. "Paling tidak, harus keluar Rp 50 ribu lagi agar sampai kantor," ucapnya.

Padahal, dia sudah melam­batkan jadwal berangkatnya ke kantor. "Tadi, rencana berang­kat jam 8 pagi, saya undur jam 12 siang. Tapi hasilnya sama saja," ujarnya.

Tak hanya itu, perjalanan kere­ta juga agak lambat. "Biasanya sampai Manggarai 45 menit, tadi 1,5 jam karena harus bergantian masuk Stasiun Manggarai," ceritanya.

Dia berharap, ke depannya tidak ada lagi gangguan kereta,sehingga penumpang tidak dirugikan. "Manajemen KRL harus berbebah untuk terus memberi­kan pelayanan yang memuaskan kepada penumpang," tandasnya.

Kejadian tidak mengenakan juga dialami Lukman. Warga Pondok Cina ini, mengaku baru mengetahui informasi kereta an­jlok saat tiba di Stasiun Pondok Cina. Namun, dia bertahan naik kereta ke kantornya di Tanah Abang, meski perjalanan hanya sampai Manggarai.

"Agak telat keretanya, pen­umpangnya juga agak numpuk. Ke Tanah Abang tak ada. Saya naik kereta yang ke Jakarta Kota saja," ujar Lukman.

Sebab, kata Lukman, bila menggunakan moda transpor­tasi lain justru akan lebih lama. Dia baru akan naik angkutan kota dari Stasiun Jakarta Kota ke tempat tujuan.

"Dari tadi ada pengeras suara, ada gangguan," kata dia.

Sedangkan Wahyudi, petugas keamanan Stasiun Manggarai memastikan, relasi Manggarai-Tanah Abang sudah kembali normal sejak pukul 11.00 WIB.

"Padatnya penumpang tadi pagi, jam 8 sampai 10," ujar Wahyudi.

Dia meminta kepada pen­umpang agar tidak khawatir lagi datang ke stasiun karena semua perjalanan kereta sudah berjalan seperti biasa, dan tidak ada ke­padatan penumpang.

Humas PT KAI Commuter Line Jabodetabek (KCJ) Eva Chairunnisa mengatakan, perjalanan kereta Commuter Line dari Bogor-Tanah Abang-Jatinegara kembali normal. Petugas telah mengevakuasi kereta api yang anjlok di Stasiun Tanah Abang.

"Mulai pukul 10.55 pagi, KRL dari Bogor atau Depok menuju Duri-Kampung Bandan-Jatinegara dan arah sebaliknya dapat mele­wati Stasiun Tanah Abang kem­bali," ujar Eva, kemarin.

Eva menambahkan, rangkaian pertama yang melintas adalah KA1821 relasi Bogor-Duri. Selanjutnya, PT KCJ berupaya sesegera mungkin mengurai antrean kereta. ***

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Ini Pemicu Perubahan Sikap Jokowi ke Prabowo

Minggu, 18 Oktober 2026 | 08:15

Prancis Membara, Demonstran Bakar Gedung Pemerintah hingga Jarah Toko

Minggu, 18 Oktober 2026 | 07:57

OMC di Sumsel Turunkan Polusi Asap dari Kategori Berbahaya

Minggu, 18 Oktober 2026 | 07:40

Kopdes Buka Peluang Kerja dan Usaha bagi Generasi Muda

Minggu, 18 Oktober 2026 | 07:32

Gerindra Pilih Redam Polemik Gibran

Minggu, 18 Oktober 2026 | 07:21

Dua Tahun Rezim Prabowo-Gibran: Double-Track Menuju Swasembada Energi

Minggu, 18 Oktober 2026 | 06:55

Ketum BPP HIPMI Ajak Pelaku Usaha Tetap Optimistis di Tengah Gejolak Pasar

Minggu, 18 Oktober 2026 | 06:23

Seorang Peserta ITB Ultra Marathon 2026 Meninggal Dunia

Minggu, 18 Oktober 2026 | 05:47

Desa dalam Otonomi Terpasung

Minggu, 18 Oktober 2026 | 05:21

Operasi Badai Kasuari Sukses Rampas Kembali Persenjataan OPM

Minggu, 18 Oktober 2026 | 04:59

Selengkapnya