Berita

presiden jokowi/net

Bisnis

Jokowi: Pusat Logistik Berikat Jadikan Industri Nasional Lebih Efisien

KAMIS, 10 MARET 2016 | 13:48 WIB | LAPORAN:

Pembangunan Pusat Logistik Berikat (PLB) bertujuan memindahkan barang-barang kebutuhan industri maupun non industri, dari sebelumnya ada di negara tetangga kini ke gudang-gudang yang ada di Indonesia.  

"Kita harapkan nanti ada perpindahan besar-besaran logistik yang dulu kita harus ambil dari negara lain. Dengan fasilitas yang kita berikan di PLB maka akan berbondong-bondong datang ke sini," kata Presiden Joko Widodo saat meresmikan PLB di Kawasan Industri Cipta Krida Bahari, Cakung, Jakarta Utara, Kamis (10/3).

PLB merupakan realisasi dari paket kebijakan ekonomi pemerintah jilid I yang diluncurkan pada September 2015.


Jokowi yakin keberadaan PLB akan membuat ongkos industri semakin efisien dan murah. Apalagi, PLB adalah gudang logistik multi-fungsi di dalam negeri yang diberikan fasilitas Insentif Fiskal dan Insentif Non Fiskal.

Sebagai negara dengan jumlah PDB (Produk Domestik Bruto), jumlah penduduk dan konsumsi terbesar se-ASEAN, Indonesia seharusnya memiliki gudang PLB sejak lama.

"Tapi kita mau beli apa saja harus pergi ke negara lain. Apa-apaan? Buat saya tidak. Produksinya di sini, kok gudangnya di negara lain," ujar Presiden.

Tingginya biaya logistik yang mencapai 2-2,5 kali lipat bila dibandingkan dengan negara Singapura dan Malaysia juga menjadi alasan PLB ini dibangun.

"Kalau kunci-kunci ini tidak dibereskan, jangan bermimpi kita dapat bersaing atau berkompetisi,” ucap Presiden.

Pusat logistik, lanjut Presiden, harus ada di semua pulau, semua provinsi dan semua daerah agar perdagangan Indonesia semakin efisien.

Peresmian PLB di Cakung sekaligus menandai peresmian 10 PLB lain di Balikpapan, Cibitung, Karawang, Cikarang, Denpasar, Subang dan Merak. [ald]

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

UPDATE

Awal Pekan, Harga Emas Antam Terpantau Turun ke Rp2.668.000 per Gram

Senin, 22 Juni 2026 | 10:21

Harta Zita Anjani Melonjak Rp100 Miliar, Hari Purwanto: Mungkin Menang Lotre

Senin, 22 Juni 2026 | 10:11

Emas Antam Mandek di Awal Pekan, Satu Gram Rp2,6 Juta

Senin, 22 Juni 2026 | 09:49

Bajak Kader Partai Lain, PSI Dinilai Tetap Berpotensi Jadi Partai Gurem

Senin, 22 Juni 2026 | 09:43

IHSG Menguat, Rupiah Tertekan Rp17.812 per Dolar AS

Senin, 22 Juni 2026 | 09:30

Dolar AS Menguat di Tengah Amblesnya Yen dan Poundsterling

Senin, 22 Juni 2026 | 09:20

Trump Sebut Starmer Gagal, Isu Pengunduran Diri PM Inggris Kian Menguat

Senin, 22 Juni 2026 | 09:11

Gibran Ingin Layanan Kesehatan di Wilayah 3T Diperkuat

Senin, 22 Juni 2026 | 09:00

Rayakan HUT ke-499, Jakarta Berikan Tarif Spesial Rp1 untuk MRT, LRT, dan TransJakarta Hari Ini

Senin, 22 Juni 2026 | 08:47

Bakal Turun Gunung Bareng PSI, Jokowi Dinilai Sulit Lepas dari Bayang-bayang Kekuasaan

Senin, 22 Juni 2026 | 08:46

Selengkapnya