Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama tidak takut dengan Komisi III DPR. Ahok dengan lantang mengatakan dirinya akan memenuhi panggilan Komisi Hukum.
"Emang gua takut. Lu kayak gak kenal gua aja mau dipanggil, Tuhan manggil aja gua mau ngadep kok," ungkap Ahok di Setia Budi, Jakarta Selatan, Selasa (8/3).
Ahok mempersilahkan dirinya untuk dipanggil. Namun ia bingungkan di Komisi III sendiri masih ada perdebatan apakah layak memanggi dirinya atau tidak.
"Tapi kawan-kawan di DPR aja berantem kok. Manggil saya alasannya apa DPR? Perlu panggil saya apa nggak? Kalau kamu anggap saya dipanggil, ya saya datang. Saya jelasin saja," imbuhnya.
Oleh sebab itu, dia masih ingin memastikan alasan DPR memanggilnya. Padahal, menurut dia masih ada DPRD yang menjadi pengawas dirinya dalam melaksanakan tugas.
"Apakah saya melanggar hukum sampai DPR mau ngurusin gubernur, ya kan? DPR kan punya jenjangnya, ini kan apa urusannya, misalnya hukum, DPR panggilnya KPK, BPK, bukan panggil saya," imbuhnya.
Bahkan, orang nomor satu DKI Jakarta itu menantang anggota Komisi III DPR untuk saling menunjukkan harta kekayaan sebelum menduga dirinya melakukan pelanggaran dalam menjalankan tugas negara.
"Saya kan pernah di DPR RI, yang baru jadi DPR jangan belagu-belagu lah, gue juga mantan dari lu juga, lama-lama gw berantem nih. Komisi III yang mau manggil saya suruh buktin harta terbalik, harta mereka dulu, pake mobil apa, bayar pajaknya berapa, baru ngomong sama saya," sindirnya.
Sebelumya, Komisi III DPR akan memanggil Ahok dan Kapolda Metro Jaya Irjen Tito Karnavian pada Minggu depan. Ahok dan Tito diminta untuk menjelaskan persoalan hukum di Jakarta mulai dari masalah penggusuran, dugaan perdagangan orang di Hotel Alexis hingga pembelian lahan Rumah Sakit Sumber Waras yang disebut-sebut menyeret nama Ahok.
"Kalau normal (pemanggilan) biasanya Minggu depan. Yang jadi soal kesediaan Pak Kapolda dan gubernur, bisa enggak mereka Minggu depan," kata Wakil Ketua Komisi III DPR Desmond J Mahesa.
[dem]