Berita

jusuf kalla/net

Politik

Jokowi Tak Mau JK Perluas Lapak Bisnis

SELASA, 08 MARET 2016 | 12:35 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Presiden Joko Widodo di beberapa kesempatan meminta agar kegaduhan dan perang opini di antara menteri kabinet dihentikan.

Menurut pengamat politik dari IndoStrategi, Pangi Syarwi Chaniago, sebenarnya, Jokowi happy dengan kegaduhan yang ada saat ini.

"Di depan panggung saja Jokowi unhappy. Saya kira di belakang panggung dia happy-happy saja," sebut Pangi kepada redaksi, Selasa (8/3).


Misalnya, "perang dingin" antara Wakil Presiden Jusuf Kalla dengan Menko Maritim Rizal Ramli. Menurut Pangi, Jokowi sangat "menikmatinya". Alasannya, Jokowi tidak ingin JK terus menggunakan kekuasaan guna memperluas lapak bisnisnya.

"Jokowi tentu tidak ingin JK semakin gesit dalam mengelola mega proyek, karena itu akan mengganggu fokus pembangunan pemerintah," tukas Pangi.

Diketahui, kegaduhan pernah terjadi antara Wapres Jusuf Kalla dan Menko Maritim Rizal Ramli terkait proyek pembangkit listrik 35 ribu watt. Perbedaan pendapat keduanya mencuat di publik. JK menegaskan pembangunan pembangkit 35 ribu watt penting dilakukan dalam rangka memenuhi kebutuhan pasokan listrik. Namun, menurut RR, proyek pembangkit listrik 35 ribu ini tidak masuk akal. [rus]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

UPDATE

Belajar dari Hanson, Sritex dan Duta Palma: Korporasi Terseret Korupsi Tak Harus Ikut Mati

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:05

Tiba-tiba Ramai Bicara Adab

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:00

Manuver Sony Sonjaya Pengaruhi Opini Publik

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:38

Satpam Didorong Jadi Garda Terdepan Pelayanan dan Keamanan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:32

Inggris Kalahkan Kroasia Lewat Drama Enam Gol

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:21

Pesan Khusus Kiai Suyuti Toha untuk Bangsa dan Negara

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:07

1945-1950: Kota Pengungsi, Kota Ketakutan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:02

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

Membaca Tomy Winata: Ketika Modal, Negara, dan Kekuasaan Belajar Bertahan

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:14

Kelompok Oposisi Cari Celah Bangun Narasi Pemerintah Tidak Kompeten

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:02

Selengkapnya