Kepala Riset NH Korindo SecuÂrities Indonesia Reza Priyambada mengapresiasi paket kebijakan pemerintah merevisi tentang DafÂtar Negatif Investasi (DNI) dan kemudahan perizinan investasi. Menurutnya, perubahan tersebut menjadi pemicu investor asing belakangan ini semangat datang ke Indonesia. "Benar keterangan yang disampaikan pemerintah, penguatan rupiah memang karena banyak investasi masuk baik berÂsifat langsung maupun lewat pasar saham," kata Reza kepada Rakyat Merdeka, pada akhir pekan.
Seperti diketahui, dalam revisi DNI, pemerintah meningkatkan porsi kepemilikan asing menÂjadi mayoritas, bahkan hingga 100 persen. Kemudian terkait perizinan, pemerintah meluncurkan Perizinan Terpadu Satu Pintu (PTSP) pusat, layanan izin investasi 3 jam dan yang terakhir Kemudahan Investasi Langsung Konstruksi (KLIK). Pada penutupan perdagangan akhir pekan rupiah diperdagangkan di level Rp 13.159 dolar AS. Nilai ini merupakan nilai terkuat sepanjang tahun 2016.
Reza meminta, pemerintah menjaga momentum dan stabilitas perekonomian. Karena, bila samÂpai momentum tidak terjaga, untuk mendapatkan kepercayaan lagi tidak mudah.
Gubernur Bank Indonesia (BI), Agus Martowardojo mengungkapÂkan, aliran dana asing yang masuk mencapai Rp 35 triliun.
"Dana yang masuk ke Indonesia dari awal tahun sampai dengan akhir Februari, ada keyakinaan Rp 35 triliun masuk ke pasar surat berharga negara maupun pasar modal," kata Agus.
Agus menuturkan, bila dibandingÂkan periode yang sama tahun lalu, dana yang masuk sebenarnya lebih sedikit yang nilainya mencapai Rp 58 triliun. Namun demikian, dana yang masuk diyakini akan terus berÂtambah. Menurut Agus, masuknya dana asing ini yang menyebabkan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS menguat belakangan ini.
Menteri Koordinator (Menko) Perekonomian, Darmin Nasution senang rupiah menguat. Karena hal ini menunjukkan kepercayaan inÂvestor terhadap Indonesia meningkat. Namun demikian, dia mengaku tidak mengharapkan rupiah menguat terlalu drastis karena akan mempengaruhi kinerja ekspor. Dari sisi harga, produk ekspor dari dalam negeri akan menjadi tidak kompetitif, sementara permintaan banyak negara sekarang tengah menurun. "Saya berharap rupiah bergerak sejalan dengan fundaÂmentalnya," kata Darmin.
Darmin berjanji akan berupaya menjaga dana asing tersebut betah di dalam negeri. Langkah itu diÂlakukan dengan cata menciptakan optimisme bagi investor terhadap perekonomian dalam negeri melaÂlui berbagai kebijakan. ***