Berita

Prajurit Kostrad Bersama Masyarakat Keerom Tanam 2000 Pohon Lindung

SENIN, 07 MARET 2016 | 08:21 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Dalam rangka merayakan HUT ke-55 Kostrad, Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan Indonesia-Papua Nugini (Satgas Pamtas RI-PNG) Batalyon Infanteri Lintas Udara 431/SSP Kostrad melakukan penanaman pohon lindung bersama masyarakat sekitar Kampung Wembi dan Kampung Uskwar Distrik, Arso Timur, Kabupaten Keerom, Papua. Penanaman pohon lindung ini dengan dukungan bibit dari Dinas Kehutanan Balai pengelolaan daerah aliran sungai Membramo Jayapura.

Komandan Satgas Pasmtas RI-PNG Mayor Inf Teguh Wiratama mengatakan, penanaman pohon yang telah dilaksanakan selama dua hari tersebut telah menanam sebanyak 2 ribu pohon yang terdiri dari 500 Pohon Akasia, 500 Pohon Gaharu, 500 Pohon Besi dan 500 Pohon Mahoni.

"Kegiatan ini sebagai bentuk kepedulian Satgas Yonif Linud 431/SSP terhadap lingkungan hidup di Kabupaten Keroom," ujar Mayor Teguh lewat rilis penkostrad, Senin (7/3).


Lebih lanjut Mayor Teguh mengungkapkan bahwa keempat jenis pohon yang dipilih Satgas untuk ditanam adalah sebagai simbol untuk mewakili tanaman jangka panjang yang ada di Papua, yang saat ini telah banyak yang hilang dan dirusak oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab.

"Kita menyadari bahwa pohon-pohon tersebut sangat bermanfaat untuk menjaga kestabilan ekosistem yang ada," ungkapnya.

Dalam kesempatan ini Satgas juga mengajak dan menghimbau masyarakat untuk senantiasa menjaga dan memelihara hutan, khususnya pohon-pohon yang baru ditanam. "Kita sengaja memilih lokasi penanaman di Kampung Uskwar karena di daerah tersebut banyak pohon yang ditebang sehingga terlihat daerahnya kering dan sampai saat ini belum pernah dilaksanakan penghijauan," tutur Mayor Teguh.

Oleh karena itu Satgas berusaha memberikan contoh merawat dan memelihara hutan dengan membangun komunikasi sosial yang baik dengan masyarakat agar masyarakat dapat sadar betapa pentingnya hutan bagi kehidupan manusia.

Kegiatan penanaman pohon yang melibatkan kurang lebih 30 orang masyarakat ini diharapkan akan membuat masyarakat setempat bisa menjaga dan memelihara hutan yang ada agar tidak terjadi banjir dan longsor yang tentunya juga akan merugikan masyarakat sekitar.

Turut hadir tokoh masyarakat setempat yaitu Kepala Distrik Arso Timur, Adolf Musui dan Ketua Bamuskam Kampung Uskwar, Agustinus Musui. Mereka mengucapkan banyak terima kasih atas perhatian Satgas Pamtas Yonif Linud 431 /SSP Kostrad yang peduli terhadap lingkungan di kampung mereka. Mereka berharap dengan adanya kerja sama seperti ini akan menyadarkan semua pihak untuk saling menjaga hutan di Tanah Papua. [rus]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

UPDATE

Belajar dari Hanson, Sritex dan Duta Palma: Korporasi Terseret Korupsi Tak Harus Ikut Mati

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:05

Tiba-tiba Ramai Bicara Adab

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:00

Manuver Sony Sonjaya Pengaruhi Opini Publik

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:38

Satpam Didorong Jadi Garda Terdepan Pelayanan dan Keamanan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:32

Inggris Kalahkan Kroasia Lewat Drama Enam Gol

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:21

Pesan Khusus Kiai Suyuti Toha untuk Bangsa dan Negara

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:07

1945-1950: Kota Pengungsi, Kota Ketakutan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:02

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

Membaca Tomy Winata: Ketika Modal, Negara, dan Kekuasaan Belajar Bertahan

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:14

Kelompok Oposisi Cari Celah Bangun Narasi Pemerintah Tidak Kompeten

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:02

Selengkapnya