Berita

endro/ist

Gunungkidul Siapkan Tempat Untuk Paus Fransiscus

SABTU, 05 MARET 2016 | 01:45 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Umat Katolik di perbatasan Gunungkidul-Klaten, Dusun Sengonkerep, Desa Sampang, Kecamatan Gedangsari yang mayoritas petani mengundang pemimpin Vatikan Paus Fransiscus untuk menengok warga saat mengunjungi Asia Youth Day (AYD) tahun 2017 mendatang. Sebagai tindak lanjutnya, Gunungkidul juga menawarkan diri sebagai tempat penyelenggaraan  AYD. 
 
Pernyataan tersebut diungkapkan Ketua Pemuda Katolik Komisaris Cabang Gunungkidul FX Endro Guntoro kepada redaksi, Jumat (4/3).
 
Menurut Endro, rencananya, pada 2017 Paus Fransiskus akan berkunjung ke Indonesia dan secara khusus menghadiri AYD di Yogyakarta. Hingga saat ini belum dipastikan tempat penyelenggaraan acara tiga tahunan tersebut. Karena itu, Gunungkidul menawarkan agar AYD diadakan di daerah itu. Alasannya, Paus sebagai pribadi yang unik dan senang blusukan ke daerah pelosok, sehingga dibandingkan dengan daerah Yogyakarta lain Gunungkidul adalah tempat yang sangat sesuai dengan pribadi Paus.
 

 
"Paus pasti akan senang menerima undangan dari kami umat yang berada di pelosok supaya beliau juga bisa melihat secara langsung indahnya toleransi, menyapa daerah-daerah terkait dengan persoalan perdamaian dan persaudaraan lintas iman serta lainnya. Kami telah menyiapkan tempat yang sangat mendukung diselenggarakannya Asian Youth Day," jelas Endro.
 
Tempat yang dimaksud untuk penyelenggaraan AYD adalah daerah pusat latihan tempur yang sangat luas. Tentu secara keamanan dan fasilitas daerah ini sangat mendukung untuk hadirnya Paus Fransiskus. Hanya saja, semuanya perlu kerja sama dan gagasan umat itu belum dikordinasikan dengan pihak manapun.
 
"Gunungkidul yang daerah pelosok akan sangat mendukung jika AYD ada di Gunungkidul. Daerah pelosok ini akan langsung mendapat sorotan dunia dan secara ekonomi akan terdorong dengan hadirnya Paus. Tempat itu memiliki lokasi yang paling strategis untuk berbagai kegiatan yang melibatkan banyak pengunjung," ujar Endro.
 
Pusat Latihan Tempur (Puslatpur) yang dimiliki TNI AD itu berada di lokasi strategis antara Playen dan zona selatan Gunungkidul yang menjadi pusat pariwisata belasan titik Pantai Selatan. Dengan dijadikan tempat penyelenggaraan AYD, sudah pasti sorotan dunia akan ke Gunungkidul dan praktis meningkatkan dinamika kehidupan masyarakat Gunungkidul yang senantiasa dipandang sebelah mata.
 
"Kami melihat bahwa momentum yang jarang terjadi dengan kunjungan Paus ke Yogyakarta itu tidak boleh dilewatkan begitu saja. Paus itu selalu membawa daerah yang dikunjungi ke arah yang sangat baik. Oleh karenanya, Gunungkidul yang memiliki fasilitas seperti itu harusnya juga dipandang sebagai alternatif dan manfaatnya pasti untuk seluruh rakyat Gunungkidul pada khususnya serta Yogyakarta pada umumnya. Kami ingin stigma minor atas Gunungkidul hilang karena kehadiran Paus di kabupaten ini. Apakah dikabulkan atau tidak tidak menjadi masalah, namun yang jelas dirinya sudah melakukan satu langkah ke depan untuk Gunungkidul," lanjut Endro.
 
Umat Katolik di Gunungkidul sendiri saat ini sedang menyusun surat permohonan yang akan dilayangkan ke Keuskupan Agung Semarang (KAS), Konferensi Waligereja Indonesia (KWI), lembaga atau instansi terkait. [wah]

Populer

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

UPDATE

KPK Panggil 13 Saksi Kasus Mantan Wamen Imipas Silmy Karim

Rabu, 24 Juni 2026 | 12:22

Gugatan PT KSS, Ahli Nilai Keputusan Kemenhub Timbulkan Konsekuensi Hukum

Rabu, 24 Juni 2026 | 12:21

Mengenal Taufik Hidayat, Lelaki Paling Kejam Abad Ini

Rabu, 24 Juni 2026 | 12:12

Laporan HAM PBB Sebut Israel Sengaja Targetkan Anak-Anak Palestina

Rabu, 24 Juni 2026 | 12:01

Jakarta 499 Tahun: Birokrasi Modern Belum Cukup Tanpa Perspektif HAM.

Rabu, 24 Juni 2026 | 12:00

BKKBN: 8,1 Juta Keluarga di Indonesia Berisiko Stunting

Rabu, 24 Juni 2026 | 11:41

Kisah Mantri Perempuan BRI Tempuh Pegunungan Toraja untuk Layani Nasabah di Wilayah 3T

Rabu, 24 Juni 2026 | 11:29

Konbes–Munas NU Ploso Diwarnai Aksi Intimidasi dan Motif Kepentingan Pribadi

Rabu, 24 Juni 2026 | 11:28

Prabowo Dianugerahi Lencana Emas Adi Bakti Tani-Nelayan Maha Utama

Rabu, 24 Juni 2026 | 11:24

KPK Panggil Mulyono di Kasus Suap Bupati Muara Enim Edison

Rabu, 24 Juni 2026 | 11:18

Selengkapnya