Berita

Hukum

Mahfud MD: Haluan Negara Belum Tentu GBHN

JUMAT, 04 MARET 2016 | 15:52 WIB | LAPORAN:

Ide haluan negara yang bergulir ke publik saat ini sedang dibahas dan dirumuskan oleh MPR bersama para ahli tata negara dan masyarakat.

Menurut Mahfud MD, mantan Ketua MK dan Guru Besar Hukum Tata Negara, haluan negara yang sedang dirumuskan belum tentu bentuknya sama seperti GBHN pada zaman Orde Baru dulu. Dalam pandangannya, GBHN pada zaman Orba, Indonesia juga mengalami "salah arah", GBHN dikritik habis-habisan.

"Di reformasi, kita jadi liar, setelah itu dipikirkan kita butuh haluan negara. Haluan negara itu belum tentu GBHN," ujar Mahfud di Jakarta, Jumat (4/3).


Yang masih diperdebatkan saat ini dibeberkan Mahfud adalah, siapakah yang mengeluarkan haluan negara. Sehingga masih dalam perdebatan dan pembahasan yang alot antar ahli tata negara dan akademisi serta MPR yang memperjuangkan hal ini.

"Apakah bentuknya Ketetapan MPR, apakah Undang-Undang, apakah Program Presiden, masih dipertimbangkan. Kalau materinya sudah ada, negara harus dibawa kemana, arahnya kemana," ujarnya.

Kemudian, masalah berikutnya menurut Ketua Presedium KAHMI ini adalah siapa yang mengontrol jalannya haluan negara dan siapa mengambil tanggung jawab haluan negara di tengah sistem Presidensial saat ini.

"Masih ada yang setuju adanya GBHN, masih ada juga yang tidak. Semuanya masih akan dianalisis lebih lanjut," katanya lagi.

"Namun intinya sama bahwa kita itu seperti kehilangan arah. Apakah soal GBHN atau tidak akan terus dibicarakan," pungkasnya.[dem]

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

UPDATE

Revolusi Status Buruh Harian Lepas

Senin, 22 Juni 2026 | 00:03

Nyanyian Sony Sebut 41 Nama Dituding Hanya untuk Kelabui Penyidik

Minggu, 21 Juni 2026 | 23:33

Penangkapan Roy dan Tifa Perkuat Anggapan Polisi di Bawah Kendali Jokowi

Minggu, 21 Juni 2026 | 23:17

Prabowo Panggil Rosan, Bahas Optimalisasi Aset Negara dan Transformasi BUMN

Minggu, 21 Juni 2026 | 22:55

Program Sekolah Rakyat Dapat Akses Gratis Talent DNA ESQ

Minggu, 21 Juni 2026 | 22:32

Malam Ini Roy Suryo dan Dokter Tifa Nginap di Rutan Polda, Besok ke Kejaksaan

Minggu, 21 Juni 2026 | 22:01

Teruji di MRS 2026, Pertamax Turbo Jadi Andalan Utama Pembalap Nasional

Minggu, 21 Juni 2026 | 21:46

Penyelenggaraan Haji Tahun Ini Lebih Baik dari Sebelumnya

Minggu, 21 Juni 2026 | 21:46

Buntut Gesekan Petugas vs Ojol, Ini Strategi Baru Dishub DKI Atur Ruang Jalan Ibu Kota

Minggu, 21 Juni 2026 | 21:31

Mensos ke Pejabat Baru: Jangan Sabotase Program Sekolah Rakyat!

Minggu, 21 Juni 2026 | 20:45

Selengkapnya