Berita

Dadang Rusdiana/net

Hanura: Urunan PNS Kemenpora Untuk Rio Tidak Kreatif

JUMAT, 04 MARET 2016 | 05:52 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Komisi X DPR Dadang Rusdiana mengatakan negara punya kemampuan dan otoritas untuk memfasilitasi pencarian dana bagi pembalap Formula 1 asal Indonesia Rio Haryanto. Sumbernya menurut Dadang, cukup bervariasi.

"Bisa dari dana promosi wisata Kementerian Pariwisata, CSR BUMN atau atas dasar perintah Presiden Joko Widodo dari dana Kementerian Keuangan," ujar politisi Partai Hanura ini, Kamis (3/3).

Kalau mengerahkan gaji pegawai negeri sipil (PNS) Kemenpora dengan cara urunan, lanjut Dadang, hanya akan menuai kontroversi. Sebab, sudah dananya tidak seberapa, menyangkut hak orang lain yang dipotong, ujung-ujungnya tidak akan benar.


"Kalau menurut saya gagasan itu berniat baik tapi tidak kreatif. Perlu ditinjau ulang, kalau dilanjutkan kurang bagus, seperti negara tidak hadir dengan otoritasnya. Lagi pula, ini kan bukan mau bangun musola di kampung. Ini urusan nama baik anak bangsa, makanya negara harus hadir," tegasnya.

Selain itu, Dadang juga menilai wacana urunan dana untuk Rio yang diapungkan oleh Menpora Imam Nahrawi sebagai cara untuk melancarkan kritikan tanpa menyerang pihak manapun.

"Menpora mewacanakan itu sebagai cara melakukan otokritik terhadap negara, sepertinya beliau dibiarkan sendiri cari dana," tukasnya seperti dilansir dari JPNN.Com. [rus]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

UPDATE

Belajar dari Hanson, Sritex dan Duta Palma: Korporasi Terseret Korupsi Tak Harus Ikut Mati

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:05

Tiba-tiba Ramai Bicara Adab

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:00

Manuver Sony Sonjaya Pengaruhi Opini Publik

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:38

Satpam Didorong Jadi Garda Terdepan Pelayanan dan Keamanan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:32

Inggris Kalahkan Kroasia Lewat Drama Enam Gol

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:21

Pesan Khusus Kiai Suyuti Toha untuk Bangsa dan Negara

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:07

1945-1950: Kota Pengungsi, Kota Ketakutan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:02

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

Membaca Tomy Winata: Ketika Modal, Negara, dan Kekuasaan Belajar Bertahan

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:14

Kelompok Oposisi Cari Celah Bangun Narasi Pemerintah Tidak Kompeten

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:02

Selengkapnya