Berita

Tjahjo Kumolo/net

Pesan Mendagri Kepada Anggota Satpol PP

JUMAT, 04 MARET 2016 | 04:21 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo menjadi Inspektur Upacara Peringatan HUT Satpol PP ke-66 di Kantor Pemprov Sulawesi Tengah, Palu, Kamis (3/3).

Dalam kesempatan tersebut, Tjahjo menjabarkan sejumlah hal yang harus dilakukan Satpol PP dan Linmas saat bertugas.

"Tugas Satpol PP, termaksud Linmas adalah melayani masyarakat," kata Tjahjo membuka pidato sambutannya, di hadapan ratusan perwakilan Satpol PP dari seluruh Indonesia yang hadir di acara itu.


Sebagai penegak peraturan daerah, pesan Tjahjo, para petugas Satpol PP juga harus menjaga ketertiban masyarakat. Selain itu, harus juga menjadi pengayom masyarakat.

Indonesia, kata Tjahjo adalah negara yang besar. Sebelum menjalankan tugasnya, para Satpol PP harus lebih dulu memahami kondisi kultur di daerah. Dengan begitu, dapat memberikan rasa nyaman dan tenteram kepada masyarakat.

Mendagri menyarankan agar mereka bisa bertugas dengan murah senyum saat memberikan pemahaman ke warga soal peraturan dan undang-undang agar tidak menimbulkan stigma buruk publik.

"Namun Satpol PP harus berani tentukan sikap, siapa lawan dan siapa kawan," ujar dia seperti dilansir dari JPNN.Com.

Alasan penyelenggaraan HUT Satpol PP di Palu, ujar dia, karena adanya potensi radikalisme dan terorisme. Satpol PP diminta ikutserta mendukung perjuangan TNI/Polri dalam membasmi gerakan tersebut. Caranya, dengan menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan masyarakat.

Politisi PDIP ini menekankan agar Satpol PP bisa berkordinasi dengan Kepolisian dan TNI dalam upaya menyelesaikan suatu masalah. Sebab akan sulit bila harus dikerjakan sendiri. Itu sudah menjadi peranan forum kordinasi pimpinan daerah (Forkompinda) di masing-masing wilayah.

"Bukan hanya di tingkat provinsi dan kabupaten/kota. Tapi hingga ke kecamatan. Libatkan Polsek, Koramil, para tokoh adat, agama dan masyarakat setempat," kata Tjahjo mengakhiri pesannya. [rus]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

UPDATE

Belajar dari Hanson, Sritex dan Duta Palma: Korporasi Terseret Korupsi Tak Harus Ikut Mati

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:05

Tiba-tiba Ramai Bicara Adab

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:00

Manuver Sony Sonjaya Pengaruhi Opini Publik

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:38

Satpam Didorong Jadi Garda Terdepan Pelayanan dan Keamanan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:32

Inggris Kalahkan Kroasia Lewat Drama Enam Gol

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:21

Pesan Khusus Kiai Suyuti Toha untuk Bangsa dan Negara

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:07

1945-1950: Kota Pengungsi, Kota Ketakutan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:02

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

Membaca Tomy Winata: Ketika Modal, Negara, dan Kekuasaan Belajar Bertahan

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:14

Kelompok Oposisi Cari Celah Bangun Narasi Pemerintah Tidak Kompeten

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:02

Selengkapnya