Berita

Masyarakat Diajak Kembali Belanja Ke Pasar Rakyat

KAMIS, 03 MARET 2016 | 03:53 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Masyarakat diajak agar kembali belanja ke pasar rakyat. Ajakan ini digelorakan oleh Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (IKAPPI) dengan mendeklarasikan Gerakan "Indonesia.. Ayo Belanja Ke Pasar Rakyat".

Ketua Umum DPP IKAPPI, Abdullah Mansuri mengatakan gerakan ini sudah dimulai di kota-kota besar, seperti di Kota Bandung Jawa Barat pada 29 Februari 2016 lalu. Dalam kesempatan tersebut IKAPPI melantik dan mengukuhkan Relawan Mahasiswa dan Pemuda Peduli Pasar Rakyat. Hadir pula dari Kementrian Perdagangan, Direktur Logistik dan Sarana Distribusi Direktorat Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kemendag, Jimmy Bella.

"Pendapatan dan ekonomi pedagang pasar semakin menurun. Sementara jumlah pertumbuhan ritel modern di Indonesia telah masuk pada angka yang mengkawatirkan," ujar Mansuri, Kamis (3/3).


Data yang IKAPPI himpun jumlah ritel modern telah mencapai lebih dari 36.000 gerai di seluruh Indonesia.

Jelas Mansuri, angka ini sungguh mengejutkan. Namun yang lebih mengejutkan lagi, hampir mencapai 50 persen dari jumlah tersebut terindikasi bodong atau tidak lengkap secara perizinan serta melanggar zonasi.

"Jumlah pasar tradisional saja hanya berkisar 12.000 pasar di seluruh Indonesia," ungkapnya.

Menurutnya, menjamurnya ritel modern bodong ini telah menggerus omsat pedagang pasar dan pedagang kelontong. Hasil kajian IKAPPI mencatat terjadi penurunan omset pedagang kelontong hingga 40 persen. Apalagi marak ritel modern yang keberadaanya jelas-jelas melanggar zonasi karena berdekatan dengan pasar tradisional.

"Maka dari itu IKAPPI beranggapan bahwa gerakan mengajak masyarakat belanja ke pasar tradisional menjadi sangat penting. Gerakan ini akan dilakukan bertahap diseluuruh Indonesia," tukas Mansuri. [rus]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

UPDATE

Belajar dari Hanson, Sritex dan Duta Palma: Korporasi Terseret Korupsi Tak Harus Ikut Mati

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:05

Tiba-tiba Ramai Bicara Adab

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:00

Manuver Sony Sonjaya Pengaruhi Opini Publik

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:38

Satpam Didorong Jadi Garda Terdepan Pelayanan dan Keamanan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:32

Inggris Kalahkan Kroasia Lewat Drama Enam Gol

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:21

Pesan Khusus Kiai Suyuti Toha untuk Bangsa dan Negara

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:07

1945-1950: Kota Pengungsi, Kota Ketakutan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:02

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

Membaca Tomy Winata: Ketika Modal, Negara, dan Kekuasaan Belajar Bertahan

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:14

Kelompok Oposisi Cari Celah Bangun Narasi Pemerintah Tidak Kompeten

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:02

Selengkapnya