Berita

Damayanti Wisnu Putranti/net

Hukum

Amran Mustari Kenal DWP Hanya Sebatas Anggota Dewan

KAMIS, 03 MARET 2016 | 02:53 WIB | LAPORAN:

. Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) IX Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Amran Mustari mengaku tidak mengetahui apapun terkait aliran dana pelicin yang dilakukan Direktur PT Windu tunggal Utama, Abdul Khoir dalam memuluskan proyek pembangunan jalan di Maluku. Padahal proyek tersebut digarap BBPJN IX, tempat Amran duduk sebagai pimpinan.

Saat ditanya mengenai kedekatannya dengan Anggota Komisi V DPR dari Fraksi PDIP Damayanti Wisnu Putranti, tersangka dalam kasus ini, Amran mengaku hanya mengenal DWP sebatas sebagai anggota dewan.

Dia pun tak paham kalau DWP terjaring KPK dalam operasi tangkap tangan lantaran diduga menerima suap dari diduga menerima suap dari Direktur PT Windu tunggal Utama, Abdul Khoir.


"Dia anggota komisi V DPR RI," cetus Amran seusai pemeriksaan penyidik KPK di Gedung KPK, Jakarta Selatan, Rabu (2/3).

Amran diperiksa peyidik KPK sebagai saksi untuk DWP terkait kasus suap dalam proyek proyek di Kementerian PUPR Tahun Anggaran 2016.

Dalam kasus suap proyek jalan di Maluku, DWP diduga menerima suap dari Direktur PT Windu tunggal Utama, Abdul Khoir. DWP  dijanjikan uang hingga hingga SGD 404.000 oleh Abdul Khoir.

Kasus suap ini terbongkar ketika KPK menangkap Anggota Komisi V DPR Damayanti Wisnu Putranti, Direktur Utama PT Windu Tunggal Utama Abdul Khoir, serta dua anak buah DWP, Dessy A. Edwin dan Julia Prasetyarini pada 31 Januari lalu.

Uang yang diberikan Abdul Khoir kepada DWP itu diduga untuk mengamankan proyek Kementerian PUPR tahun anggaran 2016. Proyek tersebut merupakan proyek pembangunan jalan di Maluku, yang digarap Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) IX.

Setelah DWP, KPK juga menetapkan rekannya di Senayan, Anggota Komisi V dari Fraksi Partai  Golkar Budi Supriyanto sebagai tersangka lantaran diduga ikut menerima uang pelicin sebesar senilai 305 ribu dolar Singapura. [rus]

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

UPDATE

Revolusi Status Buruh Harian Lepas

Senin, 22 Juni 2026 | 00:03

Nyanyian Sony Sebut 41 Nama Dituding Hanya untuk Kelabui Penyidik

Minggu, 21 Juni 2026 | 23:33

Penangkapan Roy dan Tifa Perkuat Anggapan Polisi di Bawah Kendali Jokowi

Minggu, 21 Juni 2026 | 23:17

Prabowo Panggil Rosan, Bahas Optimalisasi Aset Negara dan Transformasi BUMN

Minggu, 21 Juni 2026 | 22:55

Program Sekolah Rakyat Dapat Akses Gratis Talent DNA ESQ

Minggu, 21 Juni 2026 | 22:32

Malam Ini Roy Suryo dan Dokter Tifa Nginap di Rutan Polda, Besok ke Kejaksaan

Minggu, 21 Juni 2026 | 22:01

Teruji di MRS 2026, Pertamax Turbo Jadi Andalan Utama Pembalap Nasional

Minggu, 21 Juni 2026 | 21:46

Penyelenggaraan Haji Tahun Ini Lebih Baik dari Sebelumnya

Minggu, 21 Juni 2026 | 21:46

Buntut Gesekan Petugas vs Ojol, Ini Strategi Baru Dishub DKI Atur Ruang Jalan Ibu Kota

Minggu, 21 Juni 2026 | 21:31

Mensos ke Pejabat Baru: Jangan Sabotase Program Sekolah Rakyat!

Minggu, 21 Juni 2026 | 20:45

Selengkapnya