Berita

Yusril Ihza Mahendra/net

Yusril Bersyukur Gempa Mentawai Tak Berujung Tsunami

KAMIS, 03 MARET 2016 | 02:41 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra merasa lega dengan informasi yang disampaikan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) bahwa gempa bumi berkekuatan 7,8 scala richter (SR) di sekitar Kepulauan Mentawai Provinsi Sumatera Barat tidak berdampak tsunami.

"Bersyukur kita ke hadirat Allah SWT gempa bumi sekitar Mentawai tdk berdampak terjadinya tsunami," kata dia lewat akun Twitter miliknya @Yusrilihza_Mhd, Rabu malam (2/3).

Dengan begitu, korban jiwa dan harta benda dapat dihindarkan. Meski demikian, lanjut Yusril, gempa besar ini telah menimbulkan kekhawatiran yang begitu besar pada masyarakat di Pantai Barat Sumatera.


"Rakyat mulai berusaha untuk mengungsi ke tempat yang aman. Syukurkan tsunami tdk terjadi sehingga rakyat kembali lg ke rumah masing2," terang pakar hukum tata negara yang juga bakal calon Gubernur DKI Jakarta ini.

Menurut Yusril, pengalaman gempa Mentawai Rabu malam hendaknya mengingatkan Pemerintah untuk tetap waspada setiap saat, karena bencana kapan saja bisa terjadi. Karena itu, kesiapsiagaan dan pengecekan terhadap peralatan peringatan dini, persiapan evakuasi, tanggap darurat dan sebagainya harus siap siaga 24 jam.

Yusril menambahkan, latihan evakuasi di daerah-daerah rawan bencana harus secara rutin dilakukan agar masyarakat senantiasa waspada dan siap mengantisipasi keadaan. Dan Pemerintah Pusat dan Daerah setiap tahun anggaran harus menyediakan anggaran yang cukup untuk atasi bencana alam. Selain itu, Basarnas dan Basarda serta prajurit TNI dan anggota Polri harus terus menerus mendapatkan briefing dan latihan kesiapsiagaan.

"Jangan lengah dan lalai, jangan terlalu santai. Pemerintah wajib mengingatkan seluruh rakyat bhw kita hidup di wilayah rawan bencana," paparnya.

"Akhirnya sebagai bangsa yg religius marilah kita berdoa ke hadirat Allah SWT semoga bangsa kita tetap berada dlm lindunganNya," demikian Yusril menutup twitnya. [rus]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

UPDATE

Belajar dari Hanson, Sritex dan Duta Palma: Korporasi Terseret Korupsi Tak Harus Ikut Mati

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:05

Tiba-tiba Ramai Bicara Adab

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:00

Manuver Sony Sonjaya Pengaruhi Opini Publik

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:38

Satpam Didorong Jadi Garda Terdepan Pelayanan dan Keamanan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:32

Inggris Kalahkan Kroasia Lewat Drama Enam Gol

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:21

Pesan Khusus Kiai Suyuti Toha untuk Bangsa dan Negara

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:07

1945-1950: Kota Pengungsi, Kota Ketakutan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:02

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

Membaca Tomy Winata: Ketika Modal, Negara, dan Kekuasaan Belajar Bertahan

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:14

Kelompok Oposisi Cari Celah Bangun Narasi Pemerintah Tidak Kompeten

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:02

Selengkapnya