Berita

Sekarang Ahok Salahkan Petugas Pakai Aturan Zaman Belanda

RABU, 02 MARET 2016 | 17:29 WIB | LAPORAN: FEBIYANA

Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama menyesali sikap petugas pintu air yang masih berpegang pada peraturan kolonial.

Sikap demikian, menurut Ahok, menjadi salah satu penyebab terjadinya banjir di sejumlah wilayah DKI Jakarta.

Ahok menjelaskan, dulu Belanda mengharuskan pintu air di aliran tengah Jakarta ditutup untuk melindungi kawasan elit Jakarta dari ancaman banjir.


"Jadi Belanda ngamanin Menteng, ngamanin area ini (Jalan Medan Merdeka), tapi rakyat dikorbanin," terang Ahok di Balai Kota, Jakarta Pusat, Rabu (2/3).

Bahkan, Ahok mengatakan ada aksi sabotase pada peristiwa banjir tahun 2013. Sebab, ketika pintu air di aliran tengah ditutup dan semua beban debit air dari hulu sungai Ciliwung dibebankan ke aliran barat, maka tanggul Latuharhari pun jebol.

"Padahal saya sudah suruh buka dari tahun 2014, jangan pernah ditutup, tahun 2015 juga jangan pernah ditutup. Kalau ada banjir berarti dia tutup lagi sekarang. Sekarang alasannya protap Belanda. Emang Belanda negara lu sekarang," sesalnya.

Padahal, Ahok menambahkan, saat ini sudah ada waduk Pluit sehingga jangan disamakan dengan zaman Belanda. Ketika waduk Pluit ada dan efektif menampung air dalam debit besar dari hulu sungai Ciliwing, kata Ahok, sudah saatnya aliran air dibagi merata ke 1.086 saluran yang ada di Jakarta.

"Dulu kalau menurut saya, saya juga enggak tahu benar enggak teori saya, Belanda nutupin pintu Manggarai mungkin dia mau ngangkut pasir batu kayu dari Bogor, Depok, Pasar Minggu ke Jakarta pakai transportasi air, makanya dia bilang enggak boleh dibuka," imbuhnya.[dem]

Populer

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Anggaran Pendidikan Diperebutkan, Sistemnya Tak Pernah Dibereskan

Sabtu, 14 Maret 2026 | 07:48

Rismon Ajukan RJ Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Dokter Tifa: Perjuangan Memang Berat

Kamis, 12 Maret 2026 | 03:14

Memalukan! Rismon Ajukan Restorative Justice

Kamis, 12 Maret 2026 | 02:07

Pemudik Sebaiknya Perhatikan Enam Pesan Ini

Minggu, 15 Maret 2026 | 03:11

Relawan Jokowi: Rismon Sianipar Pengecut!

Jumat, 13 Maret 2026 | 01:05

Rismon Dituding Bohong soal Ijazah Jokowi

Minggu, 15 Maret 2026 | 05:04

UPDATE

Polisi Berlakukan One Way Sepenggal Menuju Wisata Lembang Bandung

Minggu, 22 Maret 2026 | 18:11

Status Tahanan Rumah Yaqut Buka Celah Intervensi, Penegakan Hukum Terancam

Minggu, 22 Maret 2026 | 17:38

Balon Udara Bawa Petasan Meledak, Atap Rumah Jebol

Minggu, 22 Maret 2026 | 16:54

Prabowo: Lebih Baik Uang Dipakai Rakyat Makan daripada Dikorupsi

Minggu, 22 Maret 2026 | 16:47

Puncak Arus Balik Lebaran 2026 Terbagi Dua Gelombang

Minggu, 22 Maret 2026 | 16:37

Trump Ultimatum Iran: 48 Jam Buka Hormuz atau Pusat Energi Dihancurkan

Minggu, 22 Maret 2026 | 16:27

KPK Cederai Keadilan Restui Yaqut Tahanan Rumah

Minggu, 22 Maret 2026 | 16:03

Prabowo Tegaskan RI Tak Pernah Janji Sumbang Rp17 Triliun ke BoP

Minggu, 22 Maret 2026 | 16:01

Istana: Prabowo-Megawati Berbagi Pengalaman hingga Singgung Geopolitik

Minggu, 22 Maret 2026 | 15:46

Idulfitri di Kuala Lumpur, Dubes RI Serukan Persatuan dan Kepedulian

Minggu, 22 Maret 2026 | 14:47

Selengkapnya