Berita

marwan batubara/net

Bisnis

Pemerintah Bisa Paksa Pertamina Dapat 25 Persen Saham Masela

RABU, 02 MARET 2016 | 16:58 WIB | LAPORAN:

Direktur Indonesian Resources Studies (Iress), Marwan Batubara, lebih setuju pengembangan lapangan gas abadi Masela dilakukan secara onshore (pipanisasi).

Menurut dia, opsi membangun di darat akan memberikan dampak ekonomi positif bagi masyarakat sekitar kilang.

Terkait kepemilikan saham pengembangan blok itu yang dikuasai investor luar negeri, dalam hal ini Inpex dan Shell, seharusnya pemerintah mendesak mereka untuk membagikan saham sebesar 20 sampai 25 persen kepada BUMN, PT. Pertamina.


Alasan yang dipakai, dua investor asing itu molor dalam pengerjaan pembangunan Blok Masela. Padahal, kontrak pengerjaan sudah berjalan sejak 1998 lalu.

"Ada kesengajaan kelihatannya untuk menunda-nunda pembangunan. Bagaimana juga mereka mengerjakan dua proyek di Australia, yaitu ada proyek Praylude dan proyek Icis," ungkapnya usai acara diskusi di gedung DPR, Jakarta, Rabu (2/3).

Karena kesempatan yang diberikan pemerintah, kedua investor itu kemudian meminta perpanjangan kontrak.

Karena itu, Marwan menilai Indonesia bisa membarter kontrak dengan memaksa Pertamina ikut dalam kepemilikan saham.

"Dua proyek (di Australia) ini mereka dahulukan dibanding Masela. Sehingga terlambat, terlambat lalu minta perpanjangan. Ini tidak fair. Makanya saya pikir wajar juga untuk dipaksa supaya Pertamina itu memperoleh saham di sana. Mengambil saham dari dua kontraktor ini," pungkasnya. [ald]

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

UPDATE

Awal Pekan, Harga Emas Antam Terpantau Turun ke Rp2.668.000 per Gram

Senin, 22 Juni 2026 | 10:21

Harta Zita Anjani Melonjak Rp100 Miliar, Hari Purwanto: Mungkin Menang Lotre

Senin, 22 Juni 2026 | 10:11

Emas Antam Mandek di Awal Pekan, Satu Gram Rp2,6 Juta

Senin, 22 Juni 2026 | 09:49

Bajak Kader Partai Lain, PSI Dinilai Tetap Berpotensi Jadi Partai Gurem

Senin, 22 Juni 2026 | 09:43

IHSG Menguat, Rupiah Tertekan Rp17.812 per Dolar AS

Senin, 22 Juni 2026 | 09:30

Dolar AS Menguat di Tengah Amblesnya Yen dan Poundsterling

Senin, 22 Juni 2026 | 09:20

Trump Sebut Starmer Gagal, Isu Pengunduran Diri PM Inggris Kian Menguat

Senin, 22 Juni 2026 | 09:11

Gibran Ingin Layanan Kesehatan di Wilayah 3T Diperkuat

Senin, 22 Juni 2026 | 09:00

Rayakan HUT ke-499, Jakarta Berikan Tarif Spesial Rp1 untuk MRT, LRT, dan TransJakarta Hari Ini

Senin, 22 Juni 2026 | 08:47

Bakal Turun Gunung Bareng PSI, Jokowi Dinilai Sulit Lepas dari Bayang-bayang Kekuasaan

Senin, 22 Juni 2026 | 08:46

Selengkapnya