Berita

Nurdin Halid/net

Politik

JELANG MUNAS GOLKAR

Pengurus Daerah Pertanyakan Netralitas Nurdin Halid Sebagai Ketua SC

SELASA, 01 MARET 2016 | 23:31 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Dewan Pengurus Daerah (DPD) I dan II Partai Golkar mempertanyakan penunjukan Nurdin Halid sebagai Ketua Steering Committe (SC) Panitia Munas Partai Golkar 2016.

Ketua DPP Partai Golkar Firman Soebagyo memahami sikap sebagian DPD mempertanyakan netralitas Nurdin sebagai Ketua SC lantaran 'trauma' saat Munas Bali pada 2014 lalu.

"Ini kan temen-teman khawatir akan menimbulkan traumatic, jangan sampai Pak Nurdin ini membuat skenario-skenario seperti di Munas bali. Akhirnya demokratisasi tidak tercapai," kata Firman, Selasa (1/3).


Firman menambahkan Nurdin harus menjawab tantangan tersebut supaya bersikap netral dan tidak mengarahkan proses Munas mendatang dengan tidak melakukan intervensi di dalam.

"Tentu tugas kami harus mengawal siapapun Ketua SC atau OC. Harapan kami agar tetap netral dan demokratis. Pak Nurdin sendiri sudah menyampaikan akan melakukan Munas yang transparan, demorkatis dan netral. Ini tentu harus kita buktikan," tandas anggota DPR ini.

Pada Rapat Harian DPP Partai Golkar pada Selasa (23/2) mengusulkan Theo L Sambuaga sebagai Ketua Penyelenggara Munas dan Zainuddin Amali sebagai Ketua OC, dan Nurdin Halid sebagai Ketua SC.

Sekjen Partai Golkar Hasil Munas Ancol, Zainuddin Amali sebelumnya juga mengatakan, mayoritas kader merasa keberatan dan terjadi pertentangan sebagai sebuah masukan. Pasalnya, Nurdin dikenal sebagai salah satu tim sukses dari bakal Calon Ketua Umum Golkar, Idrus Marham.

"Bila Pak Nurdin menjadi Ketua SC di Munas nanti dapat menjadi polemik. Maka dalam rapat mempentukan panitia Munas harus netral, supaya pelaksanaannyya lebih seusai," ujarnya, Senin (29/2).

Amali yang juga ditunjuk sebagai Ketua Organizing Committee (OC) itu menyatakan, para peserta rapat menuding Nurdin akan berpihak pada salah satu calon ketua umum dalam Munas nanti. [rus]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

UPDATE

Belajar dari Hanson, Sritex dan Duta Palma: Korporasi Terseret Korupsi Tak Harus Ikut Mati

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:05

Tiba-tiba Ramai Bicara Adab

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:00

Manuver Sony Sonjaya Pengaruhi Opini Publik

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:38

Satpam Didorong Jadi Garda Terdepan Pelayanan dan Keamanan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:32

Inggris Kalahkan Kroasia Lewat Drama Enam Gol

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:21

Pesan Khusus Kiai Suyuti Toha untuk Bangsa dan Negara

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:07

1945-1950: Kota Pengungsi, Kota Ketakutan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:02

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

Membaca Tomy Winata: Ketika Modal, Negara, dan Kekuasaan Belajar Bertahan

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:14

Kelompok Oposisi Cari Celah Bangun Narasi Pemerintah Tidak Kompeten

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:02

Selengkapnya