Berita

net

Hukum

KPK Jadikan 6 Anggota DPRD Muba Tersangka

SELASA, 01 MARET 2016 | 22:02 WIB | LAPORAN:

Komisi Pemberantasan Korupsi menetapkan enam anggota DPRD Musi Banyuasin sebagai tersangka dalam dugaan suap terkait persetujuan LKPJ 2014 dan pengesahan APBD 2015.

Pelaksana Harian Kepala Biro Humas KPK Yuyuk Andriati menjelaskan, penyidik telah menemukan bukti yang cukup untuk menetapkan enam anggota DPRD sebagai tersangka. Mereka diduga terlibat dugaan suap terkait LKPJ 2014 dan pengesahan APBD 2015.

"KPK tetapkan enam tersangka baru terkait suap DPRD Kabupaten Muba. Dalam pengembangan perkara dugaan suap anggota DPRD Muba terkait persetujuan LKPD kepala daerah Muba dan pengesahan APBD 2015, penyidik menemukan bukti cukup untuk menetapkan enam anggota DPRD periode 2015-2019," jelas Yuyuk dalam jumpa pers di Gedung KPK, Jalan Rasuna Said, Jakarta (Selasa, 1/3).


Enam tersangka masing-masing berinisial UMA, J, PH, DI, DFA, dan IP. Berdasarkan keterangan saksi dan alat bukti yang cukup, keenamnya diduga melanggar pasal 12 (a) atau (b) atau pasal 11 Undang-Undang Nomor 31/1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20/2001 junto pasal 55 ayat 1 ke-1 pasal 64 KUHP.

Lebih lanjut, Yuyuk menjelaskan, dengan ditetapkannya enam tersangka baru maka saat ini sudah ada 16 tersangka dalam perkara tersebut. Sebelumnya, KPK telah menjerat Bupati Musi Banyuasin Pahri Azhari beserta istrinya Lucianty Pahri yang juga anggota DPRD Sumatera Selatan, anggota DPRD asal PDIP Bambang Karyanto, anggota DPRD asal Gerindra Adam Munandar, Kepala DPPKAD Muba Syamsudin Fei, dan Kepala Bappeda Muba Fasya.

Kemudian Ketua DPRD Muba Riamon Iskandar, dan Wakil Ketua DPRD Muba Darwin A. H, Islan Hanura serta Aidil Fitri.

Menurut Yuyuk, hal ini menambah catatan buruk bagi kinerja anggota DPRD. Mulai 2010 hingga sekarang sudah ada 42 anggota DPRD yang ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK.

"Kami masih terus melakukan pengembangan perkara ini dan sejauh ditemukan alat bukti yang cukup maka akan pengembangan," ujarnya. [wah] 

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

UPDATE

Revolusi Status Buruh Harian Lepas

Senin, 22 Juni 2026 | 00:03

Nyanyian Sony Sebut 41 Nama Dituding Hanya untuk Kelabui Penyidik

Minggu, 21 Juni 2026 | 23:33

Penangkapan Roy dan Tifa Perkuat Anggapan Polisi di Bawah Kendali Jokowi

Minggu, 21 Juni 2026 | 23:17

Prabowo Panggil Rosan, Bahas Optimalisasi Aset Negara dan Transformasi BUMN

Minggu, 21 Juni 2026 | 22:55

Program Sekolah Rakyat Dapat Akses Gratis Talent DNA ESQ

Minggu, 21 Juni 2026 | 22:32

Malam Ini Roy Suryo dan Dokter Tifa Nginap di Rutan Polda, Besok ke Kejaksaan

Minggu, 21 Juni 2026 | 22:01

Teruji di MRS 2026, Pertamax Turbo Jadi Andalan Utama Pembalap Nasional

Minggu, 21 Juni 2026 | 21:46

Penyelenggaraan Haji Tahun Ini Lebih Baik dari Sebelumnya

Minggu, 21 Juni 2026 | 21:46

Buntut Gesekan Petugas vs Ojol, Ini Strategi Baru Dishub DKI Atur Ruang Jalan Ibu Kota

Minggu, 21 Juni 2026 | 21:31

Mensos ke Pejabat Baru: Jangan Sabotase Program Sekolah Rakyat!

Minggu, 21 Juni 2026 | 20:45

Selengkapnya