Berita

net

Bisnis

Banyak Kepentingan Asing Di Balik Kementerian ESDM

SELASA, 01 MARET 2016 | 20:18 WIB | LAPORAN:

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dalam mengambil kebijakan sangat dipengaruhi oleh kepentingan asing, terdapat kepentingan kaum pemodal di belakang kementerian yang dipimpin oleh Sudirman Said ini.

Hal itu diungkapkan pengamat ekonomi politik Ichsanudin Noorsy, menurutnya sejak lama Kementerian ESDM memang terlalu pro terhadap kepentingan asing.

"Apalagi di bawah rezim SBY dulu kepentingan asingnya luar biasa. Sekarang juga begitu," katanya kepada Kantor Berita Politik RMOL, Selasa, (1/2).


Ia membeberkan, dalam persoalan Blok Masela misalnya, ada kepentingan Inpex dan Shell di belakang Kementerian ESDM.

"Yang berarti itu kekuatan Jepang dan Amerika," lanjut Noorsy.

Ia kemudian membandingkan, sikap yang ditunjukkan Menko Rizal Ramli yang lebih menonjolkan kepentingan nasional dengan menginginkan pembangunan onshore atau kilang di darat meskipun menurutnya harus ada studi lebih lanjut perihal keputusan di mana kilang selayaknya dibangun.

"Saat ini, sikap politik Presiden dalam Blok Masela akan menentukan sampai seberapa jauh posisi Presiden bisa bermain cantik," ujar Noorsy.

Yang dimaksudnya bermain cantik adalah bahwa Presiden Jokowi harus melihat dengan cermat, di mana ia pasti akan mempertimbangkan posisi kekuatan Amerika Serikat dan Jepang. Karena proyek-proyek lain sudah banyak diberikan kepada Tiongkok.

"Secara konstruksi internasional, sepanjang Presiden mau bermain cantik dia pasti akan beri posisi ke Shell dan Inpex. Karena posisi yang lain, Presiden sudah memberikan ke China," jelasnya.

Dalam hal ini, Noorsy menyebutkan Indonesia sejatinya telah menjadi lahan pertempuran kepentingan kapital yang menguasai ekonomi dunia. Indonesia dijadikan arena bertempur kepentingan-kepentingan asing yang ada, yakni antara China, Jepang, dan Amerika.

"Maka dari itu sebenarnya kita terjajah secara ekonomi," pungkas Noorsy. [wah]

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

UPDATE

Awal Pekan, Harga Emas Antam Terpantau Turun ke Rp2.668.000 per Gram

Senin, 22 Juni 2026 | 10:21

Harta Zita Anjani Melonjak Rp100 Miliar, Hari Purwanto: Mungkin Menang Lotre

Senin, 22 Juni 2026 | 10:11

Emas Antam Mandek di Awal Pekan, Satu Gram Rp2,6 Juta

Senin, 22 Juni 2026 | 09:49

Bajak Kader Partai Lain, PSI Dinilai Tetap Berpotensi Jadi Partai Gurem

Senin, 22 Juni 2026 | 09:43

IHSG Menguat, Rupiah Tertekan Rp17.812 per Dolar AS

Senin, 22 Juni 2026 | 09:30

Dolar AS Menguat di Tengah Amblesnya Yen dan Poundsterling

Senin, 22 Juni 2026 | 09:20

Trump Sebut Starmer Gagal, Isu Pengunduran Diri PM Inggris Kian Menguat

Senin, 22 Juni 2026 | 09:11

Gibran Ingin Layanan Kesehatan di Wilayah 3T Diperkuat

Senin, 22 Juni 2026 | 09:00

Rayakan HUT ke-499, Jakarta Berikan Tarif Spesial Rp1 untuk MRT, LRT, dan TransJakarta Hari Ini

Senin, 22 Juni 2026 | 08:47

Bakal Turun Gunung Bareng PSI, Jokowi Dinilai Sulit Lepas dari Bayang-bayang Kekuasaan

Senin, 22 Juni 2026 | 08:46

Selengkapnya