Berita

ilustrasi/net

EKSPEDISI INDONESIA RAYA

Seorang Pendaki Asal Brazil Dievakuasi Dari Gunung Aconcagua

SELASA, 01 MARET 2016 | 10:15 WIB | LAPORAN:

. Salah satu pendaki pria asal Brazil terpaksa harus diturunkan dengan helli dari ketinggian 4.900 mdpl Camp Canada di Gunung Aconcagua akibat gangguan kesehatan.

Hal itu disampaikan salah satu pendaki dari Ekspedisi Indonesia Raya, Asep Sumantri melalui telpon satelit Senin malam waktu Argentina atau Selasa pagi waktu Indonesia, (1/3).

"Tim Ekspedisi Indonesia Raya adalah rombongan terakhir yang akan summit atack di Aconcagua," jelas Asep Sumantri dari ketinggian 4.900 mdpl.


Dari Camp Canada di ketinggian 4.900 mdpl Selasa malam waktu Indonesia, Sabar Gorky dan anggota TNI yang terdiri dari Letnan Kolonel Rivelson Saragih, Kopda (Mar) Sigit Purwoko, Kopda (Mar) Imam Rozikin, Praka (Mar)  Erlando B, dan Praka (Mar) Didik Rudiyanto, serta pendaki dari Kantor Berita Politik RMOL Widya Victoria, Asep Sumantri dan Syatiri Achmad Aswani akan melanjutkan pendakian ke Camp Nido de Condores di 5.400 mdpl dan akan bermalam di sini.

Dengan didampingi tiga guide profesional dari Aconcagua Trek yang difasilitasi Acomara Guide, Capi, Julian dan Carlos berupaya membawa para pendaki dari Indonesia ini hingga menggapai puncak Aconcagua 6.962 mdpl pada hari Kamis mendatang (3/4).

Secara teknis, Aconcagua merupakan gunung yang dapat didaki tanpa teknik pemanjatan khusus seperti di Carstenz Pyramid, Papua. Dan tidak memerlukan bantuan tali atau kapak es untuk sampai ke puncaknya. Namun ketinggian menjadi masalah utama di sini. Dengan ketinggian di atas 6.000 mdpl, asupan oksigen hanya tinggal 40 persen dari yang biasa kita hirup pada ketinggian normal. Tetapi penggunaan tabung oksigen tambahan dirasa belum diperlukan kecuali pada kondisi darurat.

Penyakit ketinggian atau Altitude Mountain Sickness (AMS) akan mempengaruhi sebagian besar pendaki, tergantung pada kemampuan fisik dan waktu aklimatisasi. Bahkan jalur pendakian melalui rute normal yang dianggap secara teknis mudah masih memakan beberapa korban setiap tahunnya. Biasanya karena pendaki meremehkan resiko penyakit ketinggian dan cuaca yang bisa berubah-ubah dengan mudah. Badai dan cuaca dingin adalah tantangan utama di gunung ini.

Musim pendakian di Aconcagua secara resmi akan ditutup tanggal 15 Maret. Siapapun tidak diijinkan melakukan pendakian karena faktor cuaca yang tidak bersahabat bagi para pendaki. [ysa]

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

BSI Tutup 2025 dengan Syukur dan Spirit Kemanusiaan

Kamis, 01 Januari 2026 | 18:11

KUHP Baru Hambat Penuntasan Pelanggaran HAM Berat

Kamis, 01 Januari 2026 | 18:10

TNI AL Gercep Selamatkan Awak Speedboat Tenggelam di Perairan Karimun

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:58

BNPB Laporkan 1.050 Huntara Selesai Dibangun di Aceh

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:55

Indonesia Menjadi Presiden HAM PBB: Internasionalisme Indonesia 2.O

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:51

Prabowo Ungkap Minat Swasta Manfaatkan Endapan Lumpur Bencana Aceh

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:46

YLBHI: Pasal-pasal di KUHP Baru Ancam Kebebasan Berpendapat

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:39

Satgas Pemulihan Bencana Harus Hadir di Lapangan Bukan Sekadar Ruang Rapat

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:19

Saatnya Indonesia Mengubah Cara Mengelola Bencana

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:11

Purbaya Klaim Ekonomi Membaik, Tak Ada Lagi Demo di Jalan

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:11

Selengkapnya