Berita

Arief Poyuono/net

Politik

PILGUB DKI 2017

Arief Poyuono: Tidak Benar Gerindra Jegal Ridwan Kamil

SELASA, 01 MARET 2016 | 05:20 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Arief Poyuono menegaskan mundurnya Ridwan Kamil dari bursa calon Gubernur DKI Jakarta 2017 bukan karena ditolak Gerindra. Tapi, Walikota Bandung yang diusung Gerindra itu komitmen terhadap janjinya untuk meyelesaikan masa baktinya hingga 2018.

Menurut Arief Poyuono, Ridwan Kamil tidak mau nyalon di DKI menunjukan bahwa dia tidak ingin menjadi pemimpin yang karbitan. Atau pemimpin yang meninggalkan janji-janji saat Pilkada Kota Bandung 2013.

"Dan sejauh yang saya kenal, Ridwan Kamil adalah orang yang sangat istiqomah dalam menjalankan tugasnya sehingga apa saja yang ditekuni pasti mencapai kesuksesan seperti ketika Ridwan Kamil ketika berprofesi sebagai arsitek. Ridwan Kamil masuk dalam deretan arsitek dunia di bidang rancang bangun gedung dan infrastruktur," sebut Arief Poyuono kepada redaksi, Selasa (2/3).


Dan saat ini, lanjut dia, Ridwan Kamil adalah walikota yang sangat berhasil merubah Kota Bandung lebih sedap dipandang mata. Dan berhasil menurunkan tingkat stres warga kota akibat carut marutnya sistem perkotaan di Bandung.

"Jika dibandingkan dengan Walikota Solo yang naik kelas menjadi Presiden, saat Jokowi menjadi Walikota Solo perubahan terhadap Kota Solo yang sedap dipandang mata masih di bawah kemajuan Kota Bandung di bawah pimpinan Ridwan Kamil," terangnya.

Jelas Arief Poyuono, yang digadang-gadang Gerindra di Pilgub DKI tidak hanya Ridwan Kamil, tetapi juga ada Sandiaga Uno yang tidak kalah kemampuannya dengan Ridwan Kami. Mereka berhasil di bidang yang masing-masing mereka geluti. Sandiaga merupakan pengusaha muda, sosok keberhasilannya sudah jadi idola juga bagi para eksekutif muda dan pengusaha muda. Sedangkan Ridwan Kamil juga jadi idola bagi para arsitek muda Indonesia akibat karya-karyanya yang sudah mendunia

"Pokoknya Gerindra tidak akan lagi mengusung kepala yang jadi musuh rakyat dan tidak komitmen dengan janjinya," ujarnya.

Arief Poyuono menambahkan, terkait saat ini popularitas Basuki Tjahja Purnama (Ahok) cukup tinggi dibandingkan dengan Sandiaga Uno, hal itu bukan jaminan untuk memenangkan Pilgub DKI 2018 nanti.

"Tentu kita masih ingat saat pasangan Jokowi-Ahok di Pilgub DKI 2012 oleh semua lembaga survei tidak diunggulkan, tapi bisa keluar sebagai pemenang," tuturnya. [rus]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

UPDATE

Belajar dari Hanson, Sritex dan Duta Palma: Korporasi Terseret Korupsi Tak Harus Ikut Mati

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:05

Tiba-tiba Ramai Bicara Adab

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:00

Manuver Sony Sonjaya Pengaruhi Opini Publik

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:38

Satpam Didorong Jadi Garda Terdepan Pelayanan dan Keamanan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:32

Inggris Kalahkan Kroasia Lewat Drama Enam Gol

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:21

Pesan Khusus Kiai Suyuti Toha untuk Bangsa dan Negara

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:07

1945-1950: Kota Pengungsi, Kota Ketakutan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:02

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

Membaca Tomy Winata: Ketika Modal, Negara, dan Kekuasaan Belajar Bertahan

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:14

Kelompok Oposisi Cari Celah Bangun Narasi Pemerintah Tidak Kompeten

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:02

Selengkapnya