Berita

Budiman Nadapdap/net

Budiman Nadapdap Bisa Dipasangkan Dengan Incumbent Di Pilgub Sumut

SELASA, 01 MARET 2016 | 04:34 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Terbuka peluang Partai NasDem berkoalisi dengan PDI Perjuangan di Pemilihan Gubernur Sumatera Utara (Pilgub Sumut) 2018.

Untuk diketahui, saat ini Ketua DPW Partai NasDem Sumut dipimpin oleh Plt Gubernur Sumut, Tengku Erry Nuradi.

Pengamat sosial dan politik Sumut, Shohibul Anshor Siregar, mengatakan, sebagai incumbent, Erry Nuradi memiliki kelebihan, seperti popularitas dan elektibilitas.


Erry Nuradi memiliki posisi tawar tersendiri bagi partai besar sekelas PDIP. Jelas Shohibul, kalau hal itu terjadi, lebih bagus PDIP menawarkan kader lokal bukan kader pusat.

Bagaimana dengan sosok Budiman Pardamean Nadapdap dipasangkan dengan Erry Nuradi? Menurut Shohibul, sah-sah saja. Apalagi mereka sudah saling kenal dan sudah kerap saling sokong melalui kiprah masing-masing di eksekutif dan legislatif.

Budiman Nadapdap adalah Anggota DPRD Sumut dan saat ini menjabat sebagai Wakil Ketua DPD PDIP Sumut.

"Budiman Nadapdap sangat ideal dipasangkan dengan Erry Nuradi. Kalau pasangan ini disahkan, penerimaan kepada kedua konstituen partai akan cukup bagus," sebut Shohibul.

Menurut Shohibul, PDIP memang tetap unggul baik dari jaringan maupun militansi kader yanag mau berjibaku di lapangan, dibanding dengan NasDem. Tetapi semua bisa saling menyadari kelebihan dan kekurangan masing-masing.

Dalam proyeksi ke depan pun, lanjut Shohibul, Erry Nuradi yang bersuku Melayu bisa saling menutupi kekurangan dengan Budiman Nadapdap yang bersuku Batak. Ia meyakini, pasangan ini kelak akan langgeng menjalani pemerintahan, tidak akan gonjang-ganjing dan saling sikut, sebagaimana disaksikan dalam pasangan-pasangan sebelumnya di Sumut.

"Memang keserasian di antara kedua tokoh yang dipilih sebagai gubernur dan wakil, sangat menentukan dinamika pembangunan di suatu daerah. Kita tidak perlu khawatir Erry Nuradi dan Budiman Nadapdap saling bermusuhan di tengah masa jabatan," demikian Shohibul. [rus]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

UPDATE

Belajar dari Hanson, Sritex dan Duta Palma: Korporasi Terseret Korupsi Tak Harus Ikut Mati

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:05

Tiba-tiba Ramai Bicara Adab

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:00

Manuver Sony Sonjaya Pengaruhi Opini Publik

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:38

Satpam Didorong Jadi Garda Terdepan Pelayanan dan Keamanan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:32

Inggris Kalahkan Kroasia Lewat Drama Enam Gol

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:21

Pesan Khusus Kiai Suyuti Toha untuk Bangsa dan Negara

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:07

1945-1950: Kota Pengungsi, Kota Ketakutan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:02

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

Membaca Tomy Winata: Ketika Modal, Negara, dan Kekuasaan Belajar Bertahan

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:14

Kelompok Oposisi Cari Celah Bangun Narasi Pemerintah Tidak Kompeten

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:02

Selengkapnya