Berita

jusuf kalla/net

Politik

JK Apresiasi Bawaslu Award 2016

SELASA, 01 MARET 2016 | 02:53 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI mengadakan Malam Penganugerahan Bawaslu Award 2016 di Balai Sarbini, Semanggi, Jakarta Pusat, Senin malam (29/2).

Malam penganugerahan dihadiri Wakil Presiden Jusuf Kalla, Ketua MPR Zulkifli Hasan, Ketua DPR Ade Komaruddin dan Ketua DPD Irman Gusman. Selain itu hadir juga Ketua DKPP Jimly Ashiddiqie, Ketua KPU Husni Kamil Manik, dan Menteri PAN/RB Yuddy Chrisnandi.

Dalam sambutannya, JK mengapresiasi Bawaslu Award. Penghargaan ini diberikan untuk penyelenggara Pemilu yang telah menjalankan tugas dengan baik sehingga Pilkada serentak 2015 dapat berjalan dengan baik.


"Tidak ada korban, tidak ada kerusuhan," ujarnya.

Menurut JK, Pemilu di Indonesia memiliki kekhasan. Sebelumnya, Indonesia adalah negara dengan penyelenggaraan pemilihan terbanyak di dunia.

"Setiap tiga hari ada satu pemilihan kepala daerah. Tidak ada negara lain seperti Indonesia," katanya.

Tapi sekarang tidak lagi, karena pemilihan kepala daerah dilaksanakan secara serentak. Untuk Pilkada serentak nasional baru akan terwujud pada tahun 2027.

"Sekarang kita harus menuju pemilu yang bermutu dan beretika, sehingga bisa meningkatkan demokrasi dan menghasilkan pemerintahan yang baik," ucap JK. [rus]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

UPDATE

Belajar dari Hanson, Sritex dan Duta Palma: Korporasi Terseret Korupsi Tak Harus Ikut Mati

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:05

Tiba-tiba Ramai Bicara Adab

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:00

Manuver Sony Sonjaya Pengaruhi Opini Publik

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:38

Satpam Didorong Jadi Garda Terdepan Pelayanan dan Keamanan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:32

Inggris Kalahkan Kroasia Lewat Drama Enam Gol

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:21

Pesan Khusus Kiai Suyuti Toha untuk Bangsa dan Negara

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:07

1945-1950: Kota Pengungsi, Kota Ketakutan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:02

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

Membaca Tomy Winata: Ketika Modal, Negara, dan Kekuasaan Belajar Bertahan

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:14

Kelompok Oposisi Cari Celah Bangun Narasi Pemerintah Tidak Kompeten

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:02

Selengkapnya