Berita

nurdin halid/net

Politik

JELANG MUNASLUB GOLKAR

Ketua SC Nurdin Halid Dikhawatirkan Dukung Idrus Marham

SELASA, 01 MARET 2016 | 00:07 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Panitia Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Partai Golkar 2016 harus netral. Dengan begitu, Munaslub yang bertujuan untuk mengakhiri konflik internal partai benar-benar terwujud.

Fungsionaris sekaligus mantan Sekjen Partai Golkar Hasil Munas Ancol, Zainuddin Amali mengatakan, penunjukan Nurdin Halid menjadi Ketua Steering Committee (SC) Munaslub Golkar menuai penolakan dari sejumlah pihak. Pasalnya, Nurdin sudah kadung dikenal sebagai Tim Sukses dari bakal Calon Ketua Umum (Caketum) Partai Golkar Idrus Marham.

"Namun, saya meminta semua pihak jangan terlalu terburu-buru. Memang, dalam Munas Bali tahun lalu, Nurdin Halid ditunjuk sebagai Ketua SC. Kali ini, penunjukkannya kembali  sebagai ketua SC dinilai akan berpihak pada salah satu calon ketua umum," sebut Amali yang juga ditunjuk sebagai Ketua Organizing Committee (OC) itu, Senin (29/2).


Sejatinya dia menegaskan, semua yang ditunjuk termasuk dirinya sebagai pelaksanaan Munas nanti, tidak akan berpihak kepada salah satu calon ketua umum. "Ya saya kira harus netral. Beliau (Nurdin) harus tau itu," sebut Amalia.

Ia menambahkan, Nurdin diingatkan untuk hati-hati dan tetap netral bila tetap dipaksakan memegang jabatan itu.

"Saya tak menolak bahwa memang ada kekhawatiran dimana Nurdin akan mengulangi perangainya saat menjadi Ketua SC Munas Golkar di Bali. Di mana Nurdin dikenal otoriter terhadap peserta Munas," imbuh Amali.

Terpisah, tim sukses bakal Caketum Golkar Ade Komarudin, Bambang Soesatyo secara tegas mempertanyakan penunjukan Nurdin Halid sebagai Ketua SC. Dia juga menyoroti netralitas Nurdin.

"Kita sih oke-oke aja. Tapi Pak Nurdin kan Timses Idrus," kata Bamsoet, sapaan Bambang Soesatyo.

Ia  mengatakan, pihaknya tidak akan meprotes penunjukan Nurdin sebagai Ketua SC karena sama-sama berasal dari kubu Golkar hasil Munas Bali. Namun, telah ada penolakan terkait posisi Nurdin, khususnya dari Golkar hasil Munas Ancol.

Bambang menilai, keputusan penunjukan Nurdin Halid yang diambil dalam rapat harian masih bisa berubah dalam rapat Pleno yang akan digelar pada Rabu mendatang (2/3).

"Besok pasti akan ada debat sengit terutama menyangkut soal SC. Kalau ada yang persoalkan tak masalah. Kalau bisa divoting saja. Karena, dikhawatirkan masuknya Nurdin sebagai SC dapat menimbulkan kecurangan," kata Bamsoet.

Sejatinya, lanjut Bamsoet, posisi panitia penyelenggara sangat penting dan strategis bagi pelaksanaaan Munas mendatang. Oleh karena itu, panitia Munas harus diterima oleh mayoritas kader Golkar.

Diketahui, selain Nurdin Halid sebagai Ketua SC, Rapat Harian Golkar pada Selasa (23/2) mengusulkan Theo L Sambuaga sebagai Ketua Penyelenggara Munas dan Zainuddin Amali sebagai Ketua OC. [rus]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

UPDATE

Belajar dari Hanson, Sritex dan Duta Palma: Korporasi Terseret Korupsi Tak Harus Ikut Mati

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:05

Tiba-tiba Ramai Bicara Adab

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:00

Manuver Sony Sonjaya Pengaruhi Opini Publik

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:38

Satpam Didorong Jadi Garda Terdepan Pelayanan dan Keamanan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:32

Inggris Kalahkan Kroasia Lewat Drama Enam Gol

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:21

Pesan Khusus Kiai Suyuti Toha untuk Bangsa dan Negara

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:07

1945-1950: Kota Pengungsi, Kota Ketakutan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:02

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

Membaca Tomy Winata: Ketika Modal, Negara, dan Kekuasaan Belajar Bertahan

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:14

Kelompok Oposisi Cari Celah Bangun Narasi Pemerintah Tidak Kompeten

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:02

Selengkapnya