Berita

Bisnis

Jokowi: Energi Dan Pangan Akan Menjadi Rebutan Antar Negara

SENIN, 29 FEBRUARI 2016 | 15:28 WIB | LAPORAN:

Presiden Joko Widodo menyatakan persaingan di bidang sumber energi dan pangan dalam 20 hingga 30 tahun mendatang tidak akan terelakkan lagi.

Oleh karena itu, Jokowi meminta kepada kementerian terkait untuk menyiapkan rencana dalam menghadapi persaingan tersebut. Karena bukan tidak mungkin komoditas energi dan pangan akan menjadi rebutan antar negara.

"Sejak sekarang kita harus membuat strategi besar ke depan, bagaimana energi kita, pangan kita, selalu saya sampaikan, fokus pada pangan dan energi. Karena energi dan pangan akan menjadi kompetisi untuk direbutkan negara-negara yang membutuhkan," ucap Jokowi dalam sambutannya di acara Penandatanganan Kontrak Kegiatan Strategis Tahun Anggaran 2016 Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) di Kementerian ESDM, Senin (29/2).


Jokowi memberikan contoh mengenai penerapan strategi di bidang energi. Di saat harga minyak mentah jatuh, seharusnya dipikirkan bagaimana BUMN dan kementerian terkait melakukan pembelian.

"Terserah mau ditaruh di dalam negeri atau stok ditaruh di luar negeri. Tetapi pada saat harga seperti ini harusnya kita mesti beli," terang presiden.

Jokowi kembali mengingatkan kepada menteri terkait bahwa negara harus membangun kilang baru dan memperbaiki kilang yang sudah ada.

"Yang harus dilakukan adalah membangun kilang. Saya ingatkan, sudah berapa tahun kita tidak bangun dan memperbaiki kilang? Saya sampaikan ke menteri, tahun ini harus sudah diputuskan. Harus," tegas Presiden.

Presiden menjelaskan bahwa negara manapun yang memiliki minyak mentah dapat membangun kilang di Indonesia, sehingga rantai pasokan tidak terlalu panjang dan tidak melalui trader dan trading.

"Negara manapun silakan, mau buat di Cilacap silahkan, di Tuban, di Bontang, di Indonesia bagian timur silakan ataupun barat silakan. Karena  kebutuhan kita memang sangat banyak sekali. Jangan ditunda-tunda," kata demikian Jokowi.[dem]

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

UPDATE

Awal Pekan, Harga Emas Antam Terpantau Turun ke Rp2.668.000 per Gram

Senin, 22 Juni 2026 | 10:21

Harta Zita Anjani Melonjak Rp100 Miliar, Hari Purwanto: Mungkin Menang Lotre

Senin, 22 Juni 2026 | 10:11

Emas Antam Mandek di Awal Pekan, Satu Gram Rp2,6 Juta

Senin, 22 Juni 2026 | 09:49

Bajak Kader Partai Lain, PSI Dinilai Tetap Berpotensi Jadi Partai Gurem

Senin, 22 Juni 2026 | 09:43

IHSG Menguat, Rupiah Tertekan Rp17.812 per Dolar AS

Senin, 22 Juni 2026 | 09:30

Dolar AS Menguat di Tengah Amblesnya Yen dan Poundsterling

Senin, 22 Juni 2026 | 09:20

Trump Sebut Starmer Gagal, Isu Pengunduran Diri PM Inggris Kian Menguat

Senin, 22 Juni 2026 | 09:11

Gibran Ingin Layanan Kesehatan di Wilayah 3T Diperkuat

Senin, 22 Juni 2026 | 09:00

Rayakan HUT ke-499, Jakarta Berikan Tarif Spesial Rp1 untuk MRT, LRT, dan TransJakarta Hari Ini

Senin, 22 Juni 2026 | 08:47

Bakal Turun Gunung Bareng PSI, Jokowi Dinilai Sulit Lepas dari Bayang-bayang Kekuasaan

Senin, 22 Juni 2026 | 08:46

Selengkapnya