Berita

yusril ihza mahendra/net

JELANG PILGUB DKI

Ide Besar Ini Sudah Lama Dipikirkan Yusril Untuk Jakarta

MINGGU, 28 FEBRUARI 2016 | 04:54 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Bakal calon Gubernur DKI Jakarta, Yusril Ihza Mahendra punya impian DKI Jakarta ke depan bukan hanya menjadi milik masyarakat ibukota. Tapi menjadi semacam kawasan khusus atau federal teritory seperti Kuala Lumpur, Malaysia. Sehingga benar-benar menjadi milik seluruh rakyat Indonesia, sebagai ibukota negara.

"Saya punya pemikiran panjang tentang DKI Jakarta. Mudah-mudahan terpilih, saya akan pimpin transisi Jakarta," kata Yusril, Sabtu (27/2), seperti dilansir dari RMOLJakarta.Com.

Menurut pakar hukum tata negara, Jakarta penting diubah menjadi kawasan khusus seperti federal teritory, sehingga permasalahan-permasalahanya bisa dengan cepat diatasi. Karena itu nantinya, Jakarta akan dipimpin pejabat setingkat menteri.


"Jadi memudahkan koordinasi untuk masalah banjir dan kemacetan lalu lintas, pembangunan wilayah pemukiman ataupun mengatasi masalah ketenagakerjaan yang selama ini selalu susah dikerjakan, karena posisinya setingkat (dengan daerah lain yang ada di sekitar Jakarta)," ujar Yusril.

Jelas Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) ini, meski Jakarta akan dipimpin pejabat setingkat menteri, bukan berarti DPRD DKI Jakarta dihapus.

"Jangan khawatir, DPRD DKI bisa diintegrasikan ke DPR RI. Jadi ada komisi ibukota di DPR. Sementara untuk walikota dan bupati, tetap dan dipimpin menteri," paparnya.

Yusril mengutarakan pendapatnya, karena selama ini penyebutan terhadap status Kota Jakarta, juga kontradiksi. Di satu sisi disebut ibukota negara, tapi di sisi lain disebut sebagai sebuah daerah.

"Kalau sudah ditetapkan sebagai ibukota, ya ibu kota. Harusnya yang disebut daerah itu, ya yang di luar wilayah itu. Ide besar ini lama saya pikirkan," tukas Yusril. [rus]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

UPDATE

Belajar dari Hanson, Sritex dan Duta Palma: Korporasi Terseret Korupsi Tak Harus Ikut Mati

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:05

Tiba-tiba Ramai Bicara Adab

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:00

Manuver Sony Sonjaya Pengaruhi Opini Publik

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:38

Satpam Didorong Jadi Garda Terdepan Pelayanan dan Keamanan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:32

Inggris Kalahkan Kroasia Lewat Drama Enam Gol

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:21

Pesan Khusus Kiai Suyuti Toha untuk Bangsa dan Negara

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:07

1945-1950: Kota Pengungsi, Kota Ketakutan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:02

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

Membaca Tomy Winata: Ketika Modal, Negara, dan Kekuasaan Belajar Bertahan

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:14

Kelompok Oposisi Cari Celah Bangun Narasi Pemerintah Tidak Kompeten

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:02

Selengkapnya