Berita

Keelokan Lombok Akan Dipamerkan Di Arab Saudi

MINGGU, 28 FEBRUARI 2016 | 04:34 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Kementerian Pariwisata terus mempromosikan Indonesia ke berbagai negara yang berpotensi besar untuk pariwisata Tanah Air. Salah satunya adalah pasar Arab Saudi, yang daya belinya paling besar, USD 1.750 per orang per kunjungan.

"Kami akan promosikan Lombok yang sudah juara dunia untuk Halal Destination 2015," kata Menteri Pariwisata Arief Yahya, di Jakarta, Sabtu (27/2).

Bulan April 2016, Kemenpar membidik pasar negara kerajaan tersebut. Bersama industri pariwisata, mereka akan pameran Riyadh Travel Show (RTS) yang akan dilaksanakan pada tanggal 12 hingga 15 April.


"Kami akan terus menggarap pasar Arab Saudi dengan promosi pariwisata. RTS ini merupakan pameran untuk masyarakat umum atau publik di Arab Saudi," ujar Deputi Pemasaran Mancanegara Kemepar, I Gde Pitana menambahkan.

Sementara, Asisten Deputi Pengembangan Pasar Eropa, Timteng, Amerika dan Afrika Kemenpar, Nia Niscaya, mengatakan, khusus untuk even RTS, Kemenpar akan bekerjasama dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) yang sudah menyewa lahan pameran sebesar 12 meter persegi, sedangkan pihaknya menyewa lahan pameran sebesar 24 meter persegi.

"Ini untuk pertama kalinya kami mengikuti kegiatan pameran ini, karena tahun lalu kita tidak punya anggaran untuk pameran ini," ujar wanita berhijab itu.

Program ini merupakan usaha Kemenpar untuk terus berpromosi ke Timur Tengah khususnya Arab Saudi. "November tahun lalu kita sudah bertemu dengan 260 buyers di tiga kota, nah RTS momen kita untuk mempromosikan Indonesia lebih detail ke Arab Saudi," ujarnya. Nia menambahkan, Kemenpar akan mempromosikan ke Arab Saudi dengan paket wisata great Jakarta dan semua yang berkaitan dengan wisata yang disukai oleh masyarakat Arab Saudi.

"Target utamanya adalah great Jakarta, yang di dalamnya ada Puncak, Bandung, dan dikombinasikan dengan wisata halal yang dimiliki Lombok. Kami akan genjot kepada mereka," ujar Nia.

Arab Saudi memang bukan pengunjung yang jumlahnya besar masuk ke Indonesia, namun daya beli dan gaya hidup yang kelas atas, membuat wisatawan Arab Saudi merupakan wisatawan yang besar membelanjakan uangnya di Indonesia.

"Untuk Hotel saja, wisatawan Arab Saudi itu selalu memesan hotel atas atau bintang lima, mereka satu hari membelanjakan uangnya cukup signifikan. Tentu ini sangat berimbas positif kepada perekenomian masyarakat Indonesia," tukas Nia. [rus]

Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Terkuak Dugaan Penggelembungan Anggaran Makan Minum di DPRD Bandar Lampung

Senin, 20 April 2026 | 02:07

Pramono Siapkan PPSU Khusus Ikan Sapu-Sapu

Senin, 20 April 2026 | 01:47

Jual Beli Rekening Bisa Dijerat Pidana!

Senin, 20 April 2026 | 01:26

HKTI: Kondisi Riil Stok Beras Melimpah

Senin, 20 April 2026 | 01:01

Pramono Tegaskan Jadi Gubernur untuk Semua Kelompok, Agama, dan Golongan

Senin, 20 April 2026 | 00:28

MUI Kawal Ketat Proyek Islamic Center

Senin, 20 April 2026 | 00:13

Projo Klaim Jokowi Menang Berkat Rekam Jejak, Bukan Jasa Jusuf Kalla

Senin, 20 April 2026 | 00:01

Wicked Problem di Balik Motor Listrik MBG

Minggu, 19 April 2026 | 23:43

JK Diduga Masih Simpan Kartu Rahasia Jokowi

Minggu, 19 April 2026 | 23:34

Nabung Jantung

Minggu, 19 April 2026 | 23:26

Selengkapnya