Berita

Danau Laut Tawar/net

Nusantara

Aceh Akan Semakin Populer Di Mata Wisatawan Mancanegara

MINGGU, 28 FEBRUARI 2016 | 03:35 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Presiden Joko Widodo direncanakan meresmikan pengembangan Bandara Rembele di Gampong Bale Atu, Kecamatan Bukit, Kabupaten Bener Meriah, Provinsi Aceh, pekan depan. Itu artinya, tidak lama lagi akses ke daerah terpencil dan wisata alam di Aceh akan mudah.

"3A (akses, atraksi dan amenitas) yang menjadi syarat sebuah kawasan pariwisata itu akan hidup dan berkembang di Aceh," kata Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya, di Jakarta, Sabtu (28/2).

Aceh, menurut Menpar, akan semakin populer di mata wisatawan mancanegara (wisman) di seluruh penjuru dunia. Ketiga 3A sudah kuat, promosi ke media asing pun akan dipergencar. "Aceh punya potensi di Halal Tourism, setelah Lombok," ungkapnya.


Bandara yang terletak di ketinggian perbukitan ± 1.400 meter dari permukaan laut dan dikelilingi perbukitan ini, merupakan gerbang wisata di dataran tinggi Gayo yang terkenal dengan tempat wisata alam dan tentu saja kopi Gayo-nya yang terkenal hingga ke Eropa.

Kepala Dinas Pariwisata Aceh Reza Pahlevi mengatakan, potensi wisata alam di Kabupaten Bener Meriah tidak kalahdengan daerah lain di Indonesia. Diantaranya adalah Danau Laut Tawar, Goa Puteri Pukes, Pantan Terong dan Goa Loyang Koro yang di dalamnya terdapat benda-benda cagar budaya sejak ratusan tahun lalu.

"Kami sangat senang dengan adanya pembangunan baru bandara tersebut, jika tidak ada bandara, perjalanan dari Banda Aceh ke lokasi tersebut selama 6 jam, jika dari Sabang selama 2 jam. Tapi sebenarnya akses sudah bagus, jadi ini tambah bagus lagi. Jika masih lebih dari 2 jam, masih belum menarik minat wisman, mereka bisa bete di perjalanan," ujar Reza.

Reza menambahkan, daerah yang akan dibuat bandara itu adalah daerah yang sangat dingin. Yang paling terkenalnya adalah udara alam dan Kopi Gayo yang sangat dahsyat rasanya itu. "Kami biasa menyebut wisata ini wisata Aceh Tengah, ada hamparan Kopi Gayoh dan cocok untuk adventure turism maupun sport turism," ujar pria asli Aceh itu.

Untuk menuju ke Kabupaten Bener Meriah, saat ini dapat diakses melalui jalur udara maupun darat. Melalui jalur darat dapat ditempuh selama ± 6 jam dari Banda Aceh dan ± 8 jam dari Medan. Sedangkan melalui jalur udara saat ini dapat ditempuh ± 1 jam dari Bandara Kualanamu menggunakan maskapai Penerbangan Susi Air 3 kali seminggu.

Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kementerian Perhubungan J.A.Barata dalam keterangan releasenya membenarkan bahwa pihaknya akan membangun bandara tersebut. Kata Barata, sejak tahun 2014 hingga 2015 telah mengembangkan fasilitas Bandara Rembele baik pada sisi udara maupun sisi darat. Pada sisi udara telah dibangun perpanjangan landasan dari semula 30 x 1.400 m menjadi 30 x 2.250 m. Selain itu telah dilakukan juga perluasan apron dari 80 m x 106 m menjadi 95 m x 150 m, pelapisan  runway dan taxiway. Sedangkan pada sisi darat, dilakukan perluasan terminal dari semula 400 m2 menjadi 1.000 m2 dan juga mempercantik tampilan interior terminal. Perluasan terminal bandara tersebut diproyeksikan mampu menampung 200.000 penumpang pertahun.

Bandara Rembele saat ini hanya mampu didarati oleh pesawat sebesar Fokker 50 atau CN 235. Nantinya dengan pengembangan fasilitas tersebut, Bandara Rembele akan mampu didarati pesawat Boeing 737-series.

Dengan potensi wisata alam yang melimpah dan fasilitas bandara yang sudah dikembangkan, diharapkan semakin banyak maskapai penerbangan berjadwal yang akan menerbangi jalur ke bandara Rembele ini. Sehingga akan semakin memudahkan kunjungan wisatawan dan tentunya mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat Kabupaten Bener Meriah. Selain sebagai gerbang wisata, Bandara Rembele juga dipersiapkan untuk mitigasi bencana. Karena daerah Bener Meriah dan Aceh Tengah merupakan daerah rawan bencana alam.

Pengembangan Bandara Rembele merupakan implementasi dari fokus kerja Kementerian Perhubungan untuk terus meningkatkan kapasitas sarana transportasi dan kualitas layanan transportasi kepada masyarakat. Selain itu, juga sebagai perwujudan Nawa Cita untuk hadir melayani masyarakat di daerah terpencil dan belum berkembang.

Aceh memang terus menggenjot wisatanya. Pada tahun lalu 2015 sebanyak 70 ribu wisatawan mancanegara masuk ke Aceh. Sedangkan wisatawan nusantara sebanyak 1,7 juta orang. [rus]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

UPDATE

Dialog BEM di Makassar: Gerakan Mahasiswa Harus Independen dan Berbasis Data

Rabu, 17 Juni 2026 | 20:17

DPR Apresiasi Perbaikan Haji di Era Prabowo, Antrean Jemaah Turun Jadi 26 Tahun

Rabu, 17 Juni 2026 | 20:14

KPK Soroti Nama Besar yang Muncul dalam Persidangan Kasus Bea Cukai

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:59

Polri Serius Garap Universitas Kepolisian yang Bisa Diakses Masyarakat Umum

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:42

Tiyo Ardianto dan Tradisi Panjang Anak Rakyat dalam Sejarah Pergerakan Indonesia

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:33

RUU Perkoperasian Buka Jalan Koperasi Jadi Soko Guru Perekonomian

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:25

Masyarakat Kemuning Ngadu ke BAM DPR soal Klaim Kawasan Hutan

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:21

FPHI Ultimatum OJK, Minta Kejelasan Laporan Keuangan Danantara

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:10

KPK Tagih Perbaikan Sistem MBG di Era Kepala BGN Baru

Rabu, 17 Juni 2026 | 18:56

Kinerja Bertumbuh, Pelindo Setor Rp7,81 Triliun kepada Negara

Rabu, 17 Juni 2026 | 18:50

Selengkapnya