Berita

Khofifah Indar Parawansa

Nusantara

Kaltim Diapresiasi Alokasikan 10 Persen ABPD Untuk Kesehatan

MINGGU, 28 FEBRUARI 2016 | 03:17 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Kementerian Sosial mengapresiasi Pemprov Kalimantan Timur yang telah mengalokasikan ABPD sebesar 10 persen untuk sektor kesehatan.

"UU Kesehatan dalam APBN/ABBD itu baru 5 persen," kata Menteri Sosal Khofifah Indar Parawansa saat menghadiri Bakti Sosial di RSUD AW Sjahranie, Kota Samarinda, Kaltim, Sabtu (27/2).

Hadirnya klinik pratama, kata Mensos, bisa mendukung penjangkauan dan pelayanan kesehatan, termasuk bagi penerima kartu-kartu sehat, seperti Kartu Indonesia Sehat (KIS), Jamkesda dan BPJS.


"Kadang suplai side tidak tersedia, ada klinik tapi dokter tidak ada, lokasi jauh dan melalui perluasan jangkauan klinik pratama bisa menjadi pintu masuk pelayanan kesehatan dari penerima kartu-kartu sehat," katanya.

Jika tidak dilakukan perluasan dan peningkatan layanan, maka utilitas kartu-kartu sehat menjadi redah. Sebab di daerah-daerah terluar, terpencil, dan perbatasan tidak mudah untuk menjangkau RSUD.

"Jika kartu-kartu tersebut belum dioptimalkan untuk perluasan dan pelayanan kesehatan warga, maka dengan kehadiran klinik-klinik pratama bisa terwujud dan warga bisa merasakannya," tegasnya.

Saat ini, berbagai daerah di pulau-pulau terluar, terpencil dan perbatasan negara bisa merasakan layanan kesehatan di klinik-klinik pratama dan sangat memungkinan karena didukung oleh RSUD AWS tersebut.

"Saya kira bisa terwujud perluasan melalui klinik pratama yang didukung RSUD AWS, terlebih RSUD tengah menuju standar international hospital," ucapanya.

Rangkaian acara Mensos di Kaltim, selain mengunjungi RSUD AWS dan melakukan baksos operasi bibir sumbing, sekaligus menghadiri peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-59 Provinsi Kaltim.

Mensos juga hadir untuk menutup lokalisasi di Km 10, Loa Janan, Kabupaten Kutai Kartanegara, sebagai bagian dari upaya pemberantasan praktik human trafficking, pemberdayaan sosial bagi para Wanita Tuna Sosial (WTS) agar mereka bisa segera mandiri secara ekonomi dan sosial. [rus]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

UPDATE

Belajar dari Hanson, Sritex dan Duta Palma: Korporasi Terseret Korupsi Tak Harus Ikut Mati

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:05

Tiba-tiba Ramai Bicara Adab

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:00

Manuver Sony Sonjaya Pengaruhi Opini Publik

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:38

Satpam Didorong Jadi Garda Terdepan Pelayanan dan Keamanan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:32

Inggris Kalahkan Kroasia Lewat Drama Enam Gol

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:21

Pesan Khusus Kiai Suyuti Toha untuk Bangsa dan Negara

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:07

1945-1950: Kota Pengungsi, Kota Ketakutan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:02

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

Membaca Tomy Winata: Ketika Modal, Negara, dan Kekuasaan Belajar Bertahan

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:14

Kelompok Oposisi Cari Celah Bangun Narasi Pemerintah Tidak Kompeten

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:02

Selengkapnya