Berita

Dr. Restu, MS

Nusantara

Pulau Nias Sumbang Peserta Terbanyak PSKGJ Unimed

MINGGU, 28 FEBRUARI 2016 | 02:51 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Kemajuan sebuah bangsa tidak lepas dari pilar pendidikan sebagai penyangga utamanya. Kualitas pendidikan menjadi sebuah keniscayaan pada suatu bangsa untuk dapat dikategorikan sebagai sebuah bangsa yang maju atau bangsa yang tertinggal.

Demikian disampaikan Wakil Rektor II Universitas Negeri Medan (Unimed) Dr. Restu, MS saat melakukan monitoring, evaluasi serta diskusi antara pimpinan Unimed MS dengan mahasiswa Pendidikan Sarjana Keguruan Guru dalam Jabatan (PSKGJ) Unimed, di Aula SMP Negeri 1 Mandrehe, Kabupaten Nias Barat, Provinsi Sumatera Utara, Sabtu (27/2).

Acara tersebut juga dihadiri oleh Pembentu Dekan II Fakultas Ilmu Keolahragaan Syamsul Gultom, M.Kes, Koordinator Wilayah Nias Barat Drs. Eddyanto, Ph.D, para dosen dan staf pengajar PSKGJ, serta ratusan mahasiswa regular dan transfer.


Dr. Restu mengatakan, pada saat pertama kali dibuka program penyetaraan kesarjanaan bagi guru yang dibingkai dalam program PSKGJ, Pulau Nias menjadi satu-satunya daerah yang menyumbang peserta terbanyak dari seluruh kabupaten/kota yang ada di Sumut. Disini terlihat bahwa antusiasme yang dimiliki oleh guru-guru yang ada di Pulau Nias khususnya Nias Barat  cukup tinggi. Ini mengindikasikan apabila kualitas sumber daya guru bertambah maka akan berdampak kepada kualitas masyarakat Nias Barat juga akan semangkin meningkat.

"Hari ini kita lihat banyak sumber daya alam yang kita miliki di Pulau Nias ini dimanfaatkan oleh para pengusaha-pengusaha dari luar, hal ini dikarenakan sumber daya manusia disini masih belum mampu bersaing sehingga posisi-posisi strategis dalam pengelolaan sumber daya alam ini belum dapat diraih, maka dengan peningkatan mutu guru ini diharapkan linier dengan perbaikan sumber daya manusia sehingga kita dapat menjadi pelaku dan tidak menjadi penonton," ungkap Dr. Restu.

Selain itu Unimed sebagai kampus yang terkemuka di Sumut serius untuk melakukan pembinaan dan pendidikan terhadap guru-guru yang ada di Nias Barat hal ini dibuktikan dengan dikirimkannya dosen- dosen dengan kualifikasi pendidikan S2 dan S3 serta merupakan dosen-dosen yang berpengalaman dalam bidang pendidikan juga manejerial SDM pada tiap jenjang baik prodi jurusan serta lembaga-lembaga yang ada di Unimed.

"Dosen-dosen yang kita terjunkan ke sini adalah dosen-dosen pilihan dan memiliki kualifikasi keilmuan yang mumpuni dan merupakan dosen profesional untuk memajukan Nias Barat. Walaupun demikian kita juga mengharapkan feed back dari para peserta untuk memberikan evaluasi terhadap proses pendidikan yang sedang kita jalankan sehingga formulasi proses peningkatan SDM ini dapat benar-benar terukur," tukas Dr. Restu.

Kegiatan PSKGJ merupakan program khusus Pemerintah untuk memfasilitasi guru-guru ataupun pendidik yang belum menempuh pendidikan S1 ataupun memiliki ijazah sarjana untuk mendapatkan pendidikan S1 yang diasuh langsung oleh dosen-dosen Unimed. [rus]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

UPDATE

Belajar dari Hanson, Sritex dan Duta Palma: Korporasi Terseret Korupsi Tak Harus Ikut Mati

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:05

Tiba-tiba Ramai Bicara Adab

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:00

Manuver Sony Sonjaya Pengaruhi Opini Publik

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:38

Satpam Didorong Jadi Garda Terdepan Pelayanan dan Keamanan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:32

Inggris Kalahkan Kroasia Lewat Drama Enam Gol

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:21

Pesan Khusus Kiai Suyuti Toha untuk Bangsa dan Negara

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:07

1945-1950: Kota Pengungsi, Kota Ketakutan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:02

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

Membaca Tomy Winata: Ketika Modal, Negara, dan Kekuasaan Belajar Bertahan

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:14

Kelompok Oposisi Cari Celah Bangun Narasi Pemerintah Tidak Kompeten

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:02

Selengkapnya