Berita

ade komarudin/net

Politik

CALON KETUM GOLKAR

Pengamat: Akom Berpeluang Didukung JK

MINGGU, 28 FEBRUARI 2016 | 00:36 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Partai Golkar digelar Maret 2016. Munaslub ini akan memilih ketua umum baru, dan sebagai media untuk mengakhiri konflik internal yang panjang antara kubu Aburizal Bakrie dengan kubu Agung Laksono.

Pengamat politik dari IndoStrategi, Pangi Syarwi Chaniago, mengatakan, ada dua instrumen untuk menang di Munaslub. Yaitu, instrumen kekuasaan dan instrumen pendanaan.

"Apabila didukung oleh kedua instrumen tersebut maka kans untuk menjadi ketua umum sangat dominan. Dan hampir bisa diprediksi mulus jadi ketua umum," sebut dia kepada redaksi, Sabtu (27/2).


Menurut Pangi, di antara bakal calon yang ada saat ini, Ade Komarudin memenuhi dua instrumen tersebut. Jelas Pangi, Akom sapaan akrab Ketua DPR itu dikenal dekat dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla.

"Figur yang lebih dekat dengan saluran kekuasaan adalah Akom. Sudah rahasia umum Akom dekat dengan JK. Selain kekuasaan, JK juga memiliki uang banyak," ujar Pangi.

Apalagi, lanjut Pangi, tidak bisa dipungkiri JK masih punya syahwat politik untuk mengambil alih Golkar, sehingga posisinya di pemerintahan akan lebih kuat.

Mengapa JK memilih Akom? Menurut Pangi, bukan tanpa alasan sebab Akom adalah Ketua DPR, punya pengalaman, serta rekam jejak yang tidak cacat moral.

"Dengan begitu di eksekutif JK didukung oleh kekuatan politik Golkar, dan di legislatif didukung oleh Ketua DPR," tukas Pangi. [rus]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

UPDATE

Belajar dari Hanson, Sritex dan Duta Palma: Korporasi Terseret Korupsi Tak Harus Ikut Mati

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:05

Tiba-tiba Ramai Bicara Adab

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:00

Manuver Sony Sonjaya Pengaruhi Opini Publik

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:38

Satpam Didorong Jadi Garda Terdepan Pelayanan dan Keamanan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:32

Inggris Kalahkan Kroasia Lewat Drama Enam Gol

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:21

Pesan Khusus Kiai Suyuti Toha untuk Bangsa dan Negara

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:07

1945-1950: Kota Pengungsi, Kota Ketakutan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:02

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

Membaca Tomy Winata: Ketika Modal, Negara, dan Kekuasaan Belajar Bertahan

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:14

Kelompok Oposisi Cari Celah Bangun Narasi Pemerintah Tidak Kompeten

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:02

Selengkapnya