Berita

ilustrasi/net

Dunia

65 Profesional Peternak Indonesia Dapat Beasiswa Ke Negeri Kanguru

JUMAT, 26 FEBRUARI 2016 | 15:36 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Sebanyak 65 orang profesional di bidang peternakan dari seluruh wilayah di Indonesia akan menjalani studi dan kerja praktik di Australia.

Mereka adalah penerima Australia Awards Scholarships di bawah Kemitraan Keamanan Pangan Indonesia-Australia di Sektor Daging Merah dan Peternakan (Red Meat and Cattle).

Program tersebut diketahui perdana dilakukan pada tahun lalu.


Para penerima beasiswa tersebut kemudian akan ditempatkan selama lima bulan ke depan wilayah pedalaman Queensland dan di sejumlah universitas di Australia. Mereka akan menjalani studi serta kerja praktik terkait dengan peternakan.

Menurut Duta Besar Australia untuk Indonesia, Paul Grigson, melalui program tersebut, baik Indonesia maupun Australia sama-sama memperoleh manfaat dalam meningkatkan rantai pasokan daging merah dan ternak guna memberi kepastian kepada industri peternakan dan konsumen di kedua negara.
 
"Perdagangan ternak hidup memberi sumbangsih besar pada ekonomi kedua negara, maupun menjadi sumber nafkah dan kesejahteraan warga Australia dan Indonesia," ujar Grigson seperti rilis yang diterima redaksi (Jumat, 26/2).
 
"Para peserta tersebut akan menjadi pemimpin masa depan industri peternakan yang akan menghasilkan gagasan dan mendorong inovasi pada sektor peternakan, yang memastikan perencanaan, pengembangan dan pengelolaan yang lebih baik dalam semua aspek penggemukan dan pembiakan sapi sepanjang rantai pasokan," sambungnya.
 
Program kursus jangka pendek tersebut akan diselenggarakan di sejumlah universitas ternama di negeri kanguru, antara lain adalah Universitas Queensland, Sydney, dan New England maupun di kampus-kampus Pendidikan Teknik dan Tingkat Lanjut, Queensland, (TAFE QLD) dan di penggemukan, rumah pemotongan hewan dan peternakan-peternakan sapi. [mel]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

MAKI Heran KPK Tak Kunjung Tahan Tersangka Korupsi CSR BI

Selasa, 13 Januari 2026 | 20:11

Keadilan pada Demokrasi yang Direnggut

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:54

Program MBG Tetap Harus Diperketat Meski Kasus Keracunan Menurun

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:51

Oegroseno: Polisi Tidak Bisa Nyatakan Ijazah Jokowi Asli atau Palsu

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:48

Ketum PBMI Ngadep Menpora Persiapkan SEA Games Malaysia

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:41

Sekolah Rakyat Simbol Keadilan Sosial

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:41

110 Siswa Lemhannas Siap Digembleng Selama Lima Bulan

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:30

PBNU Bantah Terima Aliran Uang Korupsi Kuota Haji

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:08

Demokrat Tidak Ambil Pusing Sikap PDIP Tolak Pilkada Via DPRD

Selasa, 13 Januari 2026 | 18:57

Amankan BBE-Uang, Ini 2 Kantor DJP yang Digeledah KPK

Selasa, 13 Januari 2026 | 18:40

Selengkapnya