Berita

ilustrasi/net

Dunia

Soal Krisis Pengungsi, Yunani Panggil Dubesnya Untuk Austria

JUMAT, 26 FEBRUARI 2016 | 13:51 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Yunani menarik utusannya dari Austria pada Kamis (25/2). Hal itu dilakukan untuk melakukan konsultasi terkait dengan eskalasi perselisihan antara Yunani dan Austria atas manajemen Uni Eropa atas krisis pengungsi saat ini.

"(Penarikan duta besar) untuk melakukan konsultasi dan menjaga hubungan persahabatan antara negara dan bangsa Yunani dan Austria," begitu keterangan dari Kementerian Luar Negeri Yunani seperti dimuat Press TV.

Menanggapi hal tersebut, Kementerian Luar Negeri Austria menyebut bahwa kesempatan itu bisa dimanfaatkan untuk menginformasikan kepada Yunani soal situasi yang dihadapi Austria terkait dengan rute pengungsi.


Austria diketahui telah memperkenalkan kebijakan penyumbatan harian terkait dengan aplikasi pencari suaka.

Awal pekan ini, pemerintah Austria mengadakan pertemuan dengan negara-negara Balkan terkait upaya untuk mencegah peningkatan pengungsi. Namun Austria memiliki untuk tidak mengundang Yunani yang merupakan negara pertama tempat para pengungsi biasaya mendarat sebelum akhirnya menuju daratan Eropa lainnya.

Pertemuan yang dilakukan Austria dan negara-negara Balkan ditujukkan untuk membahas soal langkah lanjutan terkait dengan pembatasan entri pengungsi.

Pembatasan akan berarti bahwa banyak pengungsi harus tetap terdampar di Yunani, di mana mereka biasanya tiba dengan perahu dari kawasan Timur Tengah.

Sedangkan Yunani sendiri saat ini masih bergelut dengan krisis ekonomi yang akut. Yunani mengeluh tentang besarnya jumlah pengungsi yang masuk ke negara itu. Tapi di sisi lain Yunani tidak bisa berbuat apa-apa dengan pembatasan masuknya pengungsi negara-negara Eropa lainnya yang menyebabkan penumpukan pengungsi di Yunani.

Selain itu pemerintah Yunani juga tidak senang dengan kegagalan anggota Uni Eropa untuk berbagi beban pengungsi. [mel]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

MAKI Heran KPK Tak Kunjung Tahan Tersangka Korupsi CSR BI

Selasa, 13 Januari 2026 | 20:11

Keadilan pada Demokrasi yang Direnggut

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:54

Program MBG Tetap Harus Diperketat Meski Kasus Keracunan Menurun

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:51

Oegroseno: Polisi Tidak Bisa Nyatakan Ijazah Jokowi Asli atau Palsu

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:48

Ketum PBMI Ngadep Menpora Persiapkan SEA Games Malaysia

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:41

Sekolah Rakyat Simbol Keadilan Sosial

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:41

110 Siswa Lemhannas Siap Digembleng Selama Lima Bulan

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:30

PBNU Bantah Terima Aliran Uang Korupsi Kuota Haji

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:08

Demokrat Tidak Ambil Pusing Sikap PDIP Tolak Pilkada Via DPRD

Selasa, 13 Januari 2026 | 18:57

Amankan BBE-Uang, Ini 2 Kantor DJP yang Digeledah KPK

Selasa, 13 Januari 2026 | 18:40

Selengkapnya