Berita

Oesman Sapta Odang

Oso: Papua Barat Adalah Provinsi Baru Tapi Berpikiran Maju

JUMAT, 26 FEBRUARI 2016 | 10:28 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Wakil Ketua MPR Oesman Sapta memukul tifa sebanyak lima kali sebagai tanda membuka resmi sosialisasi Empat Pilar MPR di Hotel Aston Niu Sogun, Manokwari, Jumat (26/2). Sosialisasi yang dihadiri ratusan peserta ini merupakan kerja sama MPR dengan Pemda dan Kadin Provinsi Papua Barat.

Sosialisasi dihadiri Gubernur Papua Barat Abraham O Atururi. Pembicara sosialiasi ini Prof Bachtiar Aly (Wakil Ketua Badan Sosialisasi MPR dari Fraksi Partai Nasdem), Zainut Tauhid Sa'adi (Wakil Ketua Badan Sosialisasi MPR dari Fraksi PPP), dan Martin Hutabarat (Fraksi Partai Gerindra).

Dalam sambutannya, Oso sapaan akrab Oesman Sapta, mengatakan Provinsi Papua Barat adalah provinsi yang baru lahir namun lebih maju dan mempunyai pikiran maju.


"Pemimpin Papua Barat mampu menerjemahkan Empat Pilar MPR. Masyarakat Papua Barat menghayati arti Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika. Tak heran Papua Barat bisa maju meskipun muncul belakangan," kata Oso.

Menurut Oso, Provinsi Papua Barat sangat terbuka terhadap pendatang. Sebuah daerah yang besar harus didukung dengan penduduk yang besar. "Pemimpin Papua Barat memberi kesempatan kepada pendatang untuk bekerja," katanya.

Oso menambahkan pemimpin di daerah lebih mengetahui kondisi di daerah dibanding penyelenggara di pusat. "Selama ini, suara masyarakat daerah kurang didengar pusat. Padahal jaman sudah berubah, banyak orang daerah yang pintar. Aspirasi daerah harus dihargai," ujarnya.

Pada bagian lain, Oso bangga dengan Papua Barat. Pemimpin provinsi ini menjalankan filosofi 5S (strategi, struktur, sistem, skill, speed and target) untuk memajukan daerah Papua Barat.

"Saya iri dengan Papua Barat. Papua Barat adalah provinsi yang baru lahir tapi mempunyai pikiran maju dan dewasa," pungkasnya seperti rilis Humas MPR.

Sebelumnya, Gubernur Papua Barat Abraham O Attauri menyebut Oesman Sapta adalah salah seorang penggagas berdirinya provinsi Papua Barat. Hari jadi Papua Barat adalah pada 4 Oktober 1999.

Kepada peserta sosialisasi, Gubernur minta untuk menyimak apa yang disampaikan narasumber dalam sosialisasi ini. [rus]

Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Terkuak Dugaan Penggelembungan Anggaran Makan Minum di DPRD Bandar Lampung

Senin, 20 April 2026 | 02:07

Pramono Siapkan PPSU Khusus Ikan Sapu-Sapu

Senin, 20 April 2026 | 01:47

Jual Beli Rekening Bisa Dijerat Pidana!

Senin, 20 April 2026 | 01:26

HKTI: Kondisi Riil Stok Beras Melimpah

Senin, 20 April 2026 | 01:01

Pramono Tegaskan Jadi Gubernur untuk Semua Kelompok, Agama, dan Golongan

Senin, 20 April 2026 | 00:28

MUI Kawal Ketat Proyek Islamic Center

Senin, 20 April 2026 | 00:13

Projo Klaim Jokowi Menang Berkat Rekam Jejak, Bukan Jasa Jusuf Kalla

Senin, 20 April 2026 | 00:01

Wicked Problem di Balik Motor Listrik MBG

Minggu, 19 April 2026 | 23:43

JK Diduga Masih Simpan Kartu Rahasia Jokowi

Minggu, 19 April 2026 | 23:34

Nabung Jantung

Minggu, 19 April 2026 | 23:26

Selengkapnya