Berita

Giwo dan seorang Kowad

Ketum Kowani: Kowad Cerminkan Watak Kesatria Dan Keanggunan

JUMAT, 26 FEBRUARI 2016 | 07:47 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Ketua Umum Kongres Wanita Indonesia (Kowani) Dr. Giwo Rubianto Wiyogo menjadi pembicara pada Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Korps Wanita TNI AD (Kowad) Tahun 2016 di Jakarta, Kamis (25/2). Giwo menyampaikan parapan tentang "Kesetaraan Gender Dikaitkan dengan Kodrat dan Kehormatan sebagai Wanita Indonesia".

Giwo menyatakan, isu gender dan anak merupakan masalah utama dalam pembangunan, khususnya pembangunan sumber daya manusia. Walaupun sudah banyak upaya yang dilakukan pemerintah untuk meningkatkan kualitas hidup perempuan dan anak serta yang berkaitan dengan gender dan anak, namun data menunjukkan masih adanya kesenjangan dalam hal akses, partisipasi, manfaat serta penguasaan terhadap sumber daya seperti pada bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi dan bidang strategis lainnya.

Perlindungan bagi perempuan dan anak dari berbagai tindakan eksploitasi, diskriminasi dan kekerasan juga masih belum optimal, sehingga pelayanan dan penanganan kepada perempuan dan anak sebagai kelompok rentan dan "korban terbesar" akibat kekerasan juga masih relatif rendah.


"Dampak dari pelaksanaan pembangunan yang belum mempertimbangkan kesetaraan, pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak, akan memperlambat proses pembangunan suatu bangsa," ungkap Giwo dalam paparannya.

Menurut Giwo, bahwa sejarah lahirnya Kowad diilhami oleh hasil perjuangan para pahlawan wanita Indonesia yang ikut serta menegakkan kemerdekaan Indonesia dan usaha para pendahulu untuk meraih kemajuan bagi kualitas hidup kaum wanita. Kongres Wanita Indonesia (Kowani) turut mempertimbangkan, mendukung pemikiran pembentukan Kowad.

Tambah dia, Kowad memiliki kompetensi untuk mencerminkan watak seorang kesatria dan memancarkan keanggunan seorang wanita. Kowani yang menginspirasikan wanita sebagai "Ibu Bangsa" yang berpengaruh langsung terhadap perkembangan dan kemajuan bangsa dengan melahirkan putra putri sebagai generasi penerus, oleh karena itu pengembangan diri melalui peningkatan sumber daya manusia sangat penting. Kowad sebagai bagian dari "Ibu Bangsa" harus tampil dengan kepribadian wanita Indonesia sejati yakni bertata susila, setia, loyal serta memiliki etos kerja yang tinggi.

"Walaupun sebagai prajurit wanita, Kowad dituntut sebagai prajurit profesional sesuai jabatan dalam bidang tugasnya. Kesetaraan gender antara prajurit wanita dan prajurit pria untuk memperoleh kesempatan serta hak-haknya sebagai manusia, agar mampu berperan dan berpartisipasi dalam kegiatan hukum, ekonomi, sosial, budaya, pendidikan, pertahanan dan  keamanan serta bagaimana dalam menikmati hasil pembangunan," demikian Giwo Rubianto Wiyogo. [rus]

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

Kubu Jokowi Bergerak Senyap untuk Jatuhkan Prabowo

Rabu, 25 Maret 2026 | 06:15

UPDATE

KPK Cium Skandal Baru Izin Tambang di Maluku Utara, Nama Haji Romo Ikut Terseret

Rabu, 01 April 2026 | 08:16

Wall Street Kembali Sumringah

Rabu, 01 April 2026 | 08:07

WFH ASN Diproyeksikan Hemat Kompensasi BBM Rp 6,2 Triliun

Rabu, 01 April 2026 | 07:53

Emas Melonjak 3 Persen, tapi Cetak Rekor Penurunan Bulanan Terburuk Sejak 2008

Rabu, 01 April 2026 | 07:42

RI Murka di DK PBB, Nilai Serangan TNI di Lebanon Tak Lepas dari Israel

Rabu, 01 April 2026 | 07:35

Pasar Saham Eropa Tutup Maret dengan Koreksi Terburuk dalam Empat Tahun

Rabu, 01 April 2026 | 07:24

Menhan AS Sebut Perang Iran Masuk Fase Penentuan

Rabu, 01 April 2026 | 07:17

Italia Gagal Lolos Piala Dunia Setelah Ditekuk 4-1 oleh Bosnia

Rabu, 01 April 2026 | 06:57

Katastropik Demokrasi Kita

Rabu, 01 April 2026 | 06:48

Soleman Ponto: Intelijen pada Dasarnya Teroris

Rabu, 01 April 2026 | 06:20

Selengkapnya