Berita

Setnov-akom

Politik

JELANG MUNASLUB GOLKAR

Head To Head, Akom Berpeluang Kalahkan Setnov

KAMIS, 25 FEBRUARI 2016 | 21:45 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Calon Ketua Umum DPP Partai Golkar ke depan harus sosok yang mumpuni dan tidak cacat etika.

"Soal caketum Golkar yang ada, sejauh ini kecenderungan yang kuat adalah Ade Komarudin dan Setya Novanto," kata pengamat politik dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Adi Prayitno di Jakarta, Kamis (25/2).

Akom adalah Ketua DPR dan sebelumnya menjabat Ketua Fraksi Golkar DPR. Sebaliknya, Novanto adalah Ketua Fraksi Golkar DPR dan sebelumnya menjabat Ketua DPR.


Akom dan Setnov sama-sama memiliki pengalaman dan pengaruh di internal Golkar dan secara kapasitas keduanya cukup mumpuni.

Namun, Adi menilai, sosok Novanto memiliki moral politik yang sudah jatuh karena kasus "papa minta saham" Freeport hingga menyebabkannya lengser dari Ketua DPR.

"Cuma, Setya Novanto ada sedikit catatan buruk soal etika yang mengakibatkan dia lengser dari Ketua DPR. Secara moral politik dia sudah runtuh," ujarnya.

Berdasarkan catatan media, beberapa kasus terkait Setnov seperti pertemuannya dengan kandidat Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang menimbulkan sorotan publik.

Lalu, dugaan meminta saham PT Freeport Indonesia. Dan terakhir, dugaan pemalsuan tanda tangan dalam absensi Rapat Paripurna DPR pada Selasa (23/2), yang kemudian memunculkan istilah "Papa Nitip Absen".

Sementara itu Akom, menurut Adi unggul karena tidak ada kasus etika seperti yang menimpa Setnov. Selain itu, Akom juga memiliki latar belakang organisatoris yang kuat.

Akom memiliki segudang pengalaman organisasi, seperti Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) yang memiliki akses jaringan ke seluruh pelosok Indonesia.

Namun Adi mewanti-wanti bahwa pertarungan politik di Munas Golkar bukan hanya sekedar soal kompetensi dan kapabilitas namun "perang" logistik antar kandidat.

Karena menurut dia, bisa saja faktor keunggulan kapabilitas dan kompetensi dikesampingkan para pemilih lalu memilih kandidat yang memiliki logistik lebih banyak. [zul]

Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Terkuak Dugaan Penggelembungan Anggaran Makan Minum di DPRD Bandar Lampung

Senin, 20 April 2026 | 02:07

Pramono Siapkan PPSU Khusus Ikan Sapu-Sapu

Senin, 20 April 2026 | 01:47

Jual Beli Rekening Bisa Dijerat Pidana!

Senin, 20 April 2026 | 01:26

HKTI: Kondisi Riil Stok Beras Melimpah

Senin, 20 April 2026 | 01:01

Pramono Tegaskan Jadi Gubernur untuk Semua Kelompok, Agama, dan Golongan

Senin, 20 April 2026 | 00:28

MUI Kawal Ketat Proyek Islamic Center

Senin, 20 April 2026 | 00:13

Projo Klaim Jokowi Menang Berkat Rekam Jejak, Bukan Jasa Jusuf Kalla

Senin, 20 April 2026 | 00:01

Wicked Problem di Balik Motor Listrik MBG

Minggu, 19 April 2026 | 23:43

JK Diduga Masih Simpan Kartu Rahasia Jokowi

Minggu, 19 April 2026 | 23:34

Nabung Jantung

Minggu, 19 April 2026 | 23:26

Selengkapnya