Berita

rachmawati soekarnoputri/net

Dunia

Soal Korut, PBB Hanya Jadi Alat Nekolim

KAMIS, 25 FEBRUARI 2016 | 17:32 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Pemikiran Bung Karno mengenai PBB yang hanya dijadikan alat kepentingan oleh kelompok Nekolim atau neokolonialisme dan neoliberalisme dinilai masih relevan hingga saat ini.

Begitu kata pendiri Universitas Bung Karno (UBK) Rachmawati Soekarnoputeri terkait dengan sikap Dewan Keamanan PBB yang saat ini tengah mempersiapkan sanksi baru bagi Korea Utara.

Sanksi baru yang diinisiasi oleh Amerika Serikat dan sekutunya di Asia itu diambil menyusul sikap Korea Utara yang melakukan uji coba bom hiidrogen Januari lalu dan peluncuran satelit luar angkasa yang dianggap Amerika Serikat sebagai roket pada awal Februari kemarin.


"PBB berencana kenakan sanksi terhadap Korea Utara karena Korea Utara melakukan percobaan roketnya, ini dianggap ancaman. Sebaliknya, bagaimana jika tentara Amerika Serikat bercokol lengkap dengan alutsistanya di sebelah Korea Utara. Untuk apa? Bisakah dianggap ancaman bagi rakyat Korea Utara?" kata politisi senior tersebut di Jakarta (Kamis, 25/2).

Rachma menilai bahwa sikap PBB untuk menerapkan sanksi merupakan tujuan dari kaum Nekolim yang memaksakan kehendak. Karena walau bagaimanapun, ujarnya, tidak dibenarkan untuk mencampuri kedaulatan suatu negara.

"Biarkan nasionalisme hidup di dalam taman sarinya internasionalisme melalui CONEF (Conference of the New Emerging Forces) yang masih relevan," tuturnya.

"Karena dunia masih jauh dari bentuk adil dan perdamaian, (bahkan telah memasuki) era Proxy War, perang asimetris," demikian Rachma. [mel]

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

UPDATE

DPR Dukung Pasutri Gugat Aturan Kuota Internet Hangus ke MK

Jumat, 02 Januari 2026 | 23:51

Partai Masyumi: Integritas Lemah Suburkan Politik Ijon

Jumat, 02 Januari 2026 | 23:28

Celios Usulkan Efisiensi Cegah APBN 2026 Babak Belur

Jumat, 02 Januari 2026 | 23:09

Turkmenistan Legalkan Kripto Demi Sokong Ekonomi

Jumat, 02 Januari 2026 | 22:39

Indonesia Kehilangan Peradaban

Jumat, 02 Januari 2026 | 22:18

Presiden Prabowo Diminta Masifkan Pendidikan Anti Suap

Jumat, 02 Januari 2026 | 22:11

Jalan dan Jembatan Nasional di 3 Provinsi Sumatera Rampung 100 Persen

Jumat, 02 Januari 2026 | 21:55

Demokrat: Diam Terhadap Fitnah Bisa Dianggap Pembenaran

Jumat, 02 Januari 2026 | 21:42

China Hentikan One Child Policy, Kini Kejar Angka Kelahiran

Jumat, 02 Januari 2026 | 20:44

Ide Koalisi Permanen Pernah Gagal di Era Jokowi

Jumat, 02 Januari 2026 | 20:22

Selengkapnya