Berita

MKD Buka Kemungkinan Proses Kasus "Papa Nitip Absen"

KAMIS, 25 FEBRUARI 2016 | 15:59 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR bisa saja menangani kasus dugaan pemalsuan tanda tangan Ketua Fraksi Golkar Setya Novanto tanpa melalui proses aduan. Namun hal itu dilakukan apabila ada desakan besar dari masyarakat khususnya media sosial agar kasus "Papa Nitip Absen" diproses.

"Kami berangkat dari aduan dahulu, bisa langsung maupun dari media sosial. Dan Pimpinan MKD akan meresponnya," kata Anggota MKD, Maman Imanul Haq, Kamis (25/2).

Politikus PKB ini mengungkan, setelah ada desakan yang besar dari masyarakat atas kasus itu, maka Pimpinan MKD akan melakukan rapat internal.


Rapim MKD itu menurut Maman, untuk memutuskan apakah kasus "Papa Nitip Absen" itu dibahas lebih lanjut atau tidak.

Dia menjelaskan MKD akan menggali apakah benar, dan kalau benar, siapa yang memalsukan tanda tangan tersebut.

"Kita (MKD) ingin memahami apakah itu dilakukan atas perintah Novanto atau inisiatif Tenaga Ahli yang bersangkutan," tukas Maman, sambil menambahkan MKD akan bergerak kalau dugaan pemalsuan tanda tangan itu atas perintah Novanto.

Di media sosial, mantan Ketua DPR Setya Novanto kembali menjadi sorotan oleh para netizen. Para netizen menduga Novanto melakukan dugaan pemalsuan tanda tangan saat Paripurna DPR pada Selasa (23/2), dan Novanto memang tidak terlihat menghadiri Paripurna DPR.

Komentar pertama kali disorot Lala Nabila dalam akun twitter @LalaBinal, dalam cuitannya mengunggah foto absensi Sidang Paripurna.

Foto itu menunjukkan semula dalam absensi tersebut tidak ada tanda-tangan Novanto, akan tetapi tiba-tiba kolom absen yang bertuliskan nama Setya Novanto sudah ada tanda tangannya. Akun @LalaBinal juga menyertakan bukti berita online yang memastikan bahwa Novanto tengah berada di Manado dalam acara Musda Partai Golkar Sulut. Selain itu, ada juga bukti foto saat Novanto tengah berfoto di acara tersebut.

Namun, pada hari ini, Setya Novanto telah membantah semua tuduhan tersebut. Novanto memang mengaku pada Paripurna DPR pada Selasa (23/2) lalu, ia tidak hadir. Hari itu ia mendampingi Ketum Golkar Aburizal Bakrie saat kunjungan kerja ke Mando.

Soal titip absen, Novanto menjelaskan setelah dirinya mengecek di Sekretariat Jenderal DPR, tidak ada tanda tangan dirinya.


Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

UPDATE

Dialog BEM di Makassar: Gerakan Mahasiswa Harus Independen dan Berbasis Data

Rabu, 17 Juni 2026 | 20:17

DPR Apresiasi Perbaikan Haji di Era Prabowo, Antrean Jemaah Turun Jadi 26 Tahun

Rabu, 17 Juni 2026 | 20:14

KPK Soroti Nama Besar yang Muncul dalam Persidangan Kasus Bea Cukai

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:59

Polri Serius Garap Universitas Kepolisian yang Bisa Diakses Masyarakat Umum

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:42

Tiyo Ardianto dan Tradisi Panjang Anak Rakyat dalam Sejarah Pergerakan Indonesia

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:33

RUU Perkoperasian Buka Jalan Koperasi Jadi Soko Guru Perekonomian

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:25

Masyarakat Kemuning Ngadu ke BAM DPR soal Klaim Kawasan Hutan

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:21

FPHI Ultimatum OJK, Minta Kejelasan Laporan Keuangan Danantara

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:10

KPK Tagih Perbaikan Sistem MBG di Era Kepala BGN Baru

Rabu, 17 Juni 2026 | 18:56

Kinerja Bertumbuh, Pelindo Setor Rp7,81 Triliun kepada Negara

Rabu, 17 Juni 2026 | 18:50

Selengkapnya