Berita

net

Nusantara

Pemerintah Tingkatkan Penggunaan Bahasa Indonesia Yang Benar

RABU, 24 FEBRUARI 2016 | 21:17 WIB | LAPORAN:

Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan terus mengupayakan peningkatan kosa kata Bahasa Indonesia, sebagai langkah awal memperkenalkan penggunaan Bahasa Indonesia di lingkup internasional.

"Jadi tanggung jawab kita memperkaya dan mengenalkan Bahasa Indonesia. Dengan demikian, harapannya Bahasa Indonesia dapat menjadi bahasa internasional," kata Mendikbud Anies Baswedan kepada wartawan di Jakarta, Rabu (24/2).

Menurutnya, salah satu yang dilakukan untuk memperkaya Bahasa Indonesia adalah menyerap dari bahasa daerah. Untuk mengenalkan Bahasa Indonesia kepada orang asing, pengajar Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) juga telah dipersiapkan, bahkan sudah dikirim ke beberapa negara.


Anies menilai, selama ini penggunaan Bahasa Indonesia dengan benar dan benar sering diabaikan dalam kehidupan sehari-hari. Namun demikian, dia menolak anggapan jika mengajarkan bahasa internasional kepada peserta didik akan mengurangi rasa nasionalisme mereka.

"Jadi dua hal yang berbeda ini, Bahasa Indonesia harus dikuasai setiap anak dan Bahasa Indonesia harus menjadi bahasa internasional. Tapi kita juga harus mengajarkan bahasa internasional kepada mereka," bebernya.

Dia berharap, ke depan anak-anak Indonesia menguasai minimal tiga bahasa yaitu bahasa daerah, Bahasa Indonesia, dan Bahasa Inggris.

"Jadi, bila orang Surabaya bisa berbahasa Jawa dia bisa berbahasa Indonesia tapi tidak kehilangan kejawaannya. Begitu juga orang Indonesia yang bisa berbahasa internasional tidak berarti berkurang nasionalismenya," tegas Anies. [wah] 

Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

UPDATE

Manusia Nusantara dan Karakteristiknya

Sabtu, 06 Juni 2026 | 03:59

Diduga Terlibat Korupsi, Wali Kota Pematangsiantar Dilaporkan ke KPK

Sabtu, 06 Juni 2026 | 03:40

Telkom Bidik Peluang AI di Berbagai Sektor Industri Lewat Alcosystem

Sabtu, 06 Juni 2026 | 03:20

Bahlil: Bagi Golkar, Kosgoro ‘Seng Ada Lawan’

Sabtu, 06 Juni 2026 | 02:57

Film Pesta Babi Dianggap jadi Instrumen Kampanye Disintegrasi Papua

Sabtu, 06 Juni 2026 | 02:33

Banyak Orang Cemas dengan Ekonomi Indonesia, Chatib Basri jadi Solusi

Sabtu, 06 Juni 2026 | 02:15

Membongkar Jaringan Korupsi Terstruktur Keimigrasian

Sabtu, 06 Juni 2026 | 01:55

Penangkapan 320 WNA Jaringan Judol jadi Kado Manis Hari Bhayangkara

Sabtu, 06 Juni 2026 | 01:30

Kasus Silmy Karim Harus jadi Momentum Reformasi Total Keimigrasian

Sabtu, 06 Juni 2026 | 01:10

Purbaya Bantah Isu Mundur dari Menkeu: Saya Lebih Suka Maju!

Sabtu, 06 Juni 2026 | 00:53

Selengkapnya