Berita

net

Bisnis

Bertentangan Dengan Konstitusi, Saham PGN Harus Diambil Alih

RABU, 24 FEBRUARI 2016 | 17:35 WIB | LAPORAN:

Kepemilikan saham asing yang begitu besar di dalam PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk. jelas bertentangan dengan pasal 33 UUD 1945. Apalagi, PGN bergerak di sektor strategis bagi hajat hidup orang banyak yakni gas bumi.

"Kepemilikan saham asing di PGN jelas menyalahi konstitusi. Untuk itu negara harus hadir, harus melakukan intervensi. Saham tersebut harus di-buy back," jelas anggota Komisi VI DPR Sartono Hutomo kepada wartawan di Jakarta, Rabu (24/2).

Menurutnya, kebutuhan akan gas bumi sangat strategis. Di tengah ancaman pemanasan global dan perubahan iklim, gas bumi merupakan energi masa depan yang ramah lingkungan. Itu sebabnya, patut disesalkan jika saham PGN yang notabene BUMN ternyata banyak dimiliki pihak asing.


"Ini masalah serius. Dengan kepemilikan asing seperti itu, tentu orientasinya adalah keuntungan, bukan bagi sebesar-besarnya kemakmuran rakyat. Bahkan kondisi begitu otomatis akan membuat capital flight, yakni larinya keuntungan ke luar negeri," beber Sartono.

Karena merupakan pelanggaran konstitusi maka ranahnya bisa ke mana-mana. Tidak hanya kepada menteri terkait namun juga pemerintahan dan pemimpin negara. Dalam konteks itulah Komisi VI telah menjadwalkan pemanggilan terhadap Kementerian BUMN dan pihak PGN guna melakukan Rapat Dengar Pendapat.

"Kepada menteri dan direksi PGN saya akan tanyakan terkait hal ini. Saya akan tanya,
mengapa sampai terjadi seperti ini. Padahal sebagai BUMN, mereka harusnya mewakili Merah Putih," urai Sartono.

Terpisah, pengamat kebijakan energi Marwan Batubara mengaku setuju bahwa saham PGN harus di-buy back. Menurutnya, sebagai perusahaan terbuka, saham PGN banyak dimiliki pihak asing. Dari 43 persen saham publiknya sebagian besar bahkan dikuasi oleh asing.

Alasan pengambilalihan saham karena selama ini negara sudah terlalu banyak memberi keuntungan kepada pihak asing atau pemegang saham publik. Bahkan, mereka juga diberikan previllege atau hak-hak istimewa.

"Yang terjadi sekarang karena 43 persen saham sudah terjual maka sebanyak 43 persen manfaat atau previllege tersebut jatuh ke tangan yang salah. Padahal, seharusnya previllege tersebut dinikmati seluruhnya oleh rakyat," papar Marwan.

Dia menambahkan, bagi BUMN yang bergerak di bidang strategis seperti PGN kepemilikan saham oleh negara adalah 100 persen. Dengan demikian, maka sebanyak 100 persen juga manfaat yang dihasilkan akan dinikmati oleh rakyat.

"Jangan lupa bahwa BUMN punya peran mewakili negara. Dalam hal ini melakukan pengelolaan sumber daya alam (SDA) dan melakukan bisnis yang hasilnya harus bisa dinikmati bagi sebesar-besarnya kemakmuran rakyat," tegas Marwan yang juga Direktur Indonesian Resources Studies (Iress). [wah] 

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

UPDATE

Awal Pekan, Harga Emas Antam Terpantau Turun ke Rp2.668.000 per Gram

Senin, 22 Juni 2026 | 10:21

Harta Zita Anjani Melonjak Rp100 Miliar, Hari Purwanto: Mungkin Menang Lotre

Senin, 22 Juni 2026 | 10:11

Emas Antam Mandek di Awal Pekan, Satu Gram Rp2,6 Juta

Senin, 22 Juni 2026 | 09:49

Bajak Kader Partai Lain, PSI Dinilai Tetap Berpotensi Jadi Partai Gurem

Senin, 22 Juni 2026 | 09:43

IHSG Menguat, Rupiah Tertekan Rp17.812 per Dolar AS

Senin, 22 Juni 2026 | 09:30

Dolar AS Menguat di Tengah Amblesnya Yen dan Poundsterling

Senin, 22 Juni 2026 | 09:20

Trump Sebut Starmer Gagal, Isu Pengunduran Diri PM Inggris Kian Menguat

Senin, 22 Juni 2026 | 09:11

Gibran Ingin Layanan Kesehatan di Wilayah 3T Diperkuat

Senin, 22 Juni 2026 | 09:00

Rayakan HUT ke-499, Jakarta Berikan Tarif Spesial Rp1 untuk MRT, LRT, dan TransJakarta Hari Ini

Senin, 22 Juni 2026 | 08:47

Bakal Turun Gunung Bareng PSI, Jokowi Dinilai Sulit Lepas dari Bayang-bayang Kekuasaan

Senin, 22 Juni 2026 | 08:46

Selengkapnya