Berita

zainal bintang/rmol

Politik

Senior Golkar: Munaslub Dipastikan Akan Berlangsung "Panas"

RABU, 24 FEBRUARI 2016 | 17:09 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Pelaksanaan Musyawarh Luar Biasa (Munaslub) Partai Golkar disepakati akan diselenggarakan antara Maret dan April 2016. Kesepakatan itu telah menjadi wahana rekonsoliasi dua ukbu yang berseteru selama ini. Kubu Munas Golkar Bali (Aburizal Bakrie) dan Kubu Munas Golkar Jakarta (Agung Laksono).

"Proses penyusunan panitia Munaslub sampai penyelengaraannya nanti, dipastikan akan berlangsung "panas", mengingat tajamnya perbedaan kepentingan antara dua kubu," kata politisi senior Golkar, Zainal Bintang di Jakarta, Rabu (24/2).

Tapi yang sangat kritis menurut Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Ormas MKGR itu, adalah persaingan antar calon ketua umum (Caketum). Seperti diketahui sejak diputuskannya akan ada Munaslub awal Januari yang lalu, ada 17 nama Caketum yang bertebaran di media. Tapi yang kencang dan dinamis adalah persaingan dua tokoh teras Golkar, yaitu Satya Novanto (Ketua Fraksi Golkar) dan Ade Komarudin (Ketua DPR RI).


Menurut Bintang, menjadi Ketua Umum Golkar itu adalah sebuah prestise tersendiri. Alasannya, Golkar adalah partai senior yang berpengalaman cukup panjang dan teruji oleh jaman. Menjadi Ketua Umum Golkar akan menjadi pengendali parpol yang menjadi pemenang Pemilu kedua pada 2014 dan pemilik 91 suara di DPR.

"Ketua Umum Golkar akan menjadi penentu stabilitas politik dan pemerintahan Jokowi sampai dengan 2019," tambah Bintang yang juga adalah pendiri Eksponen Ormas Tri Karya Golkar (EO-TKG) bersama almarhum Suhardiman pada tahun 2002, dan sekarang menjadi menjabat sebagai Ketua Kordinator Pusat EO-TKG.

Ketua Umum Golkar juga akan menjadi penentu siapa yang akan menjadi Presiden dan Wapres pada tahun 2019. Maka masuk akal jika jabatan Ketua Umum Golkar sangat seksi. "Dan wajar jika sekarang terjadi manuver pembunuhan karakter sesame calon kuat," tambah Bintang lagi.

Mencuatnya kasus "money politik" seorang Caketum di Sulawesi Utara yang diungkap Nurdin Halid dan ramainya di ranah publik tuduhan gratifikasi kepada Ade Komarudin, menurut Bintang adalah pertanda praktek pembunuhan karakter semakin tajam.

"Larangan Ketum Golkar rangkap jabatan sebagai Ketua DPR, juga meruapkan bentuk ganjalan kepada salah seorang calon," demikian Zainal Bintang. [rus]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

UPDATE

Dialog BEM di Makassar: Gerakan Mahasiswa Harus Independen dan Berbasis Data

Rabu, 17 Juni 2026 | 20:17

DPR Apresiasi Perbaikan Haji di Era Prabowo, Antrean Jemaah Turun Jadi 26 Tahun

Rabu, 17 Juni 2026 | 20:14

KPK Soroti Nama Besar yang Muncul dalam Persidangan Kasus Bea Cukai

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:59

Polri Serius Garap Universitas Kepolisian yang Bisa Diakses Masyarakat Umum

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:42

Tiyo Ardianto dan Tradisi Panjang Anak Rakyat dalam Sejarah Pergerakan Indonesia

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:33

RUU Perkoperasian Buka Jalan Koperasi Jadi Soko Guru Perekonomian

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:25

Masyarakat Kemuning Ngadu ke BAM DPR soal Klaim Kawasan Hutan

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:21

FPHI Ultimatum OJK, Minta Kejelasan Laporan Keuangan Danantara

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:10

KPK Tagih Perbaikan Sistem MBG di Era Kepala BGN Baru

Rabu, 17 Juni 2026 | 18:56

Kinerja Bertumbuh, Pelindo Setor Rp7,81 Triliun kepada Negara

Rabu, 17 Juni 2026 | 18:50

Selengkapnya