Berita

Ketua Komisi XI DPR: Blok Masela Harus Dikembangkan Di Darat

RABU, 24 FEBRUARI 2016 | 15:05 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Pengembangan gas cair Blok Masela harus dilakukan di darat. Hal ini akan lebih besar memberi manfaat bagi negara dan kemakmuran rakyat daripada dilakukan di laut.

Demikian disampaikan Ketua Komisi XI DPR RI Kardaya Warnika. Menurut dia, pengembangan ‎‎dengan kilang LNG di darat dapat memberikan multiplier effect besar bagi daerah sekitar Blok Masela.

"Jika dikembangkan di darat ini (gas Masela) dapat digunakan di dalam negeri untuk membangun industri petrokimia dan pupuk, serta menumbuhkembangkan aneka industri lainya," kata dia.


"Perumahan juga tumbuh pesat karena pekerja membawa keluarga ke sana, muncul pusat-pusat perbelanjaan, hotel, dan sebagainya," sambung dia.

Menurut dia, kalau negara harus mendanai pengembangan wilayah seperti ini biayanya jauh lebih besar ketimbang hasil menjual LNG. Oleh karenanya dia mendukung pengembangan Blok Masela di darat.

Sebelumnya Menteri Koordinator Maritim dan Sumber Daya Rizal Ramli mengatakan bahwa pemerintah akan mengembangkan Blok Masela dengan membangun kilang LNG di darat.

Berdasarkan kajian Kementerian Koordinator Maritim dan Sumber Daya, biaya pengembangan ladang gas Masela dengan pembangunan kilang darat (onshore) sekitar US$ 16 miliar. Sedangkan jika dibangun kilang apung di laut (offshore), biayanya mencapai US$ 22 miliar, atau US$ 6 miliar lebih mahal dibandingkan dengan kilang di darat.

Rizal Ramli menjelaskan, seandainya pembangunan kilang dilaksanakan di laut, maka Indonesia hanya akan menerima pemasukan US$ 2,52 miliar per tahun dari penjualan LNG. Angka itu pun diperoleh dengan asumsi harga minyak mencapai US$ 60 per barel.

Sebaliknya dengan membangun kilang di darat, gas LNG itu sebagian bisa dimanfaatkan untuk industri pupuk dan petrokimia. Dengan cara ini, negara bisa memperoleh pemasukan mencapai US$ 6,5 miliar per tahun.[dem]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Permintaan Chip AI Dongkrak Saham Intel hingga 24 Persen

Sabtu, 25 April 2026 | 12:18

Apa Itu UNCLOS? Dasar Hukum Jadi Acuan Indonesia di Selat Malaka

Sabtu, 25 April 2026 | 12:03

Purbaya Siap Geser hingga Non-Job Pegawai Pajak Bermasalah

Sabtu, 25 April 2026 | 12:02

Jalan Mulus Kevin Warsh ke Kursi The Fed, Dolar AS Langsung Terkoreksi

Sabtu, 25 April 2026 | 11:45

Subsidi Motor Listrik Disiapkan Lagi, Pemerintah Bidik 6 Juta Unit

Sabtu, 25 April 2026 | 11:16

IHSG Sepekan Anjlok 6,61 Persen, Kapitalisasi Pasar Menciut Jadi Rp12.736 Triliun

Sabtu, 25 April 2026 | 10:59

Rupiah Melemah, DPR Desak Pemerintah Jaga Daya Beli Rakyat

Sabtu, 25 April 2026 | 10:48

Wamen Ossy Gaspol Benahi Layanan Pertanahan: Target Tanpa Antrean dan Lebih Cepat

Sabtu, 25 April 2026 | 10:27

Ketergantungan pada Figur, Cermin Lemahnya Demokrasi Internal Parpol

Sabtu, 25 April 2026 | 10:02

Netanyahu Akui Sempat Jalani Terapi Kanker Secara Diam-diam

Sabtu, 25 April 2026 | 09:51

Selengkapnya