Berita

Basuki Tjahaja Purnama:net

Wawancara

WAWANCARA

Basuki Tjahaja Purnama: Mau Usung Saya, PDIP Harus Izin Teman Ahok Dulu Dong, Soalnya Mereka Sudah Bekerja

RABU, 24 FEBRUARI 2016 | 09:41 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok meng­klaim PDIP sudah pasti bakal mengusung dirinya untuk berkompetisi pada Pemilihan Gubernur (Pilgub) DKI Jakarta tahun depan. Namun demikian, bekas politisi Golkar itu meminta PDIP untuk berkomunikasi terlebih dulu dengan kelompok pendukungnya yang tergabung dalam Teman Ahok.

Berikut penjelasan Ahok saat ditemui di Balai Kota, Jakarta, kemarin.

Anda mengklaim sudah didukung PDIP?
Memang PDIP mau dukung kok, sudah ngomong. PDIP sudah pasti.

Memang PDIP mau dukung kok, sudah ngomong. PDIP sudah pasti.

Kapan dukungan diberi­kan?
Aduh, urusan pribadi, berdua, lu mau tahu saja sih.

Apa alasan PDIP mendu­kung Anda?

Pemikiran Bu Mega sangat sederhana, hanya mendukung yang terbukti sudah bekerja dengan baik. Kalau kita kerjanya baik, bisa menolong masyarakat, bisa jadi model, pasti didu­kung.

Lantas bagaimana dengan relawan Teman Ahok?

Kalau Anda (PDIP) mau men­gusung, tentu harus izin Teman Ahok dong.

Kenapa harus izin?
Mereka sudah bekerja men­gumpulkan begitu banyak (du­kungan). Kita harus menghargai Teman Ahok yang selama ini mendukung lewat jalur indepen­den. Makanya itu dukungan dari PDIP perlu dikonsolidasikan dengan Teman Ahok.

Cuma kan sekarang kita sama Teman Ahok itu yang saya kata­kan orang sudah bekerja susah. Mereka mengumpulkan satu juta dukungan itu nggak gampang lho. Pekerjaan Teman Ahok bukan cuma ngumpulin,tapi juga menyediakan formulir dan mendata formulir yang perlu diisi sebagai dukungan.

Mengenai keinginan an­da berduet kembali dengan Djarot Saiful Hidayat, ba­gaimana jika PDIP tidak men­gizinkan?

Oh kalau nggak dapat izin kita punya stok banyak lah.

Apa Anda memang cocok dengan Djarot?

Saya kalau sama Djarot ok jalan, nggak masalah.

Yusril Ihza Mahendra juga ingin maju dalam pilgub, tang­gapan Anda?

Orang hebat saya harap bisa mencalonkan.

Maksudnya?
Ya bagus dong, saya senang Bang Yusril bisa ikut kan. Bakal menambah ketatnya persaingan. Kan saya sudah bilang dia orang hebat, pernah capres, pernah ketum partai, menteri, pernah mau ditangkap jaksa saja bisa berhasil, enggak salah kok, lo­los kan.

Soal kemungkinan berduet dengan Yusril?
Ngapain saya pasangan sama orang pintar gitu. Repot saya. Lebih baik jika di Pilgub ber­tarung melawan Yusril. Kalau saya kalah wajar dong orang dia (Yusril) hebat. Kalau menang, saya hebat bisa lawan dia. ***

Populer

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

Kasus Hogi Minaya Dihentikan, Komisi Hukum DPR: Tak Penuhi Unsur Pidana

Rabu, 28 Januari 2026 | 17:07

Harta Friderica Widyasari Pejabat Pengganti Ketua OJK Ditanding Suami Ibarat Langit dan Bumi

Senin, 02 Februari 2026 | 13:47

Hologram di Ijazah UGM Jadi Kuncian Mati, Jokowi Nyerah Saja!

Senin, 26 Januari 2026 | 00:29

Wanita di Medan Terima Vonis 2 Tahun Usai Gunakan Data Orang Lain untuk Pengajuan Kredit

Jumat, 30 Januari 2026 | 16:50

Jokowi Butuh Perawatan Kesehatan Super Intensif

Jumat, 30 Januari 2026 | 00:41

Rektor UGM Bikin Bingung, Jokowi Lulus Dua Kali?

Rabu, 28 Januari 2026 | 22:51

UPDATE

Noel Pede Didampingi Munarman

Kamis, 05 Februari 2026 | 08:17

Arief Hidayat Akui Gagal Jaga Marwah MK di Perkara Nomor 90, Awal Indonesia Tidak Baik-baik Saja

Kamis, 05 Februari 2026 | 08:13

Ronaldo Masuki Usia 41: Gaji Triliunan dan Saham Klub Jadi Kado Spesial

Kamis, 05 Februari 2026 | 08:08

Ngecas Handphone di Kasur Diduga Picu Kebakaran Rumah Pensiunan PNS

Kamis, 05 Februari 2026 | 08:00

Pegawai MBG Jadi PPPK Berpotensi Lukai Rasa Keadilan Guru Honorer

Kamis, 05 Februari 2026 | 07:51

Pansus DPRD akan Awasi Penyerahan Fasos-Fasum

Kamis, 05 Februari 2026 | 07:32

Dubes Sudan Ceritakan Hubungan Istimewa dengan Indonesia dan Kudeta 2023 yang Didukung Negara Asing

Kamis, 05 Februari 2026 | 07:27

Mulyono, Anak Buah Purbaya Ketangkap KPK

Kamis, 05 Februari 2026 | 07:20

Aktivis Guntur 49 Pandapotan Lubis Meninggal Dunia

Kamis, 05 Februari 2026 | 07:08

Liciknya Netanyahu

Kamis, 05 Februari 2026 | 07:06

Selengkapnya