Berita

Numan Kurtulmus/net

Dunia

Turki Remehkan Gencatan Senjata Gagasan AS-Rusia

RABU, 24 FEBRUARI 2016 | 07:39 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Turki menyatakan pesimis terhadap rencana gencatan senjata di Suriah yang disponsori oleh Amerika Serikat dan Rusia.

Turki malah mengancam akan melanjutkan serangan artileri terhadap Unit Perlindungan Rakyat Kurdi Suriah (YPG).

"Saya menyambut gencatan senjata ini, tapi saya tidak terlalu optimis bahwa hal itu akan dihormati oleh semua pihak," kata Wakil Perdana Menteri Turki, Numan Kurtulmus, kepada wartawan di Ankara, Selasa (23/2).


Seperti dikutip dari kantor berita Aljazeera, dia mengingatkan bahwa Turki akan terus menyerang balik "jika diperlukan" apabila ada serangan dari negara tetangga, tak terkecuali setelah gencatan senjata mulai berlaku pada Sabtu mendatang (27/2).

"Turki akan mempertahankan integritas teritorialnya. Itu jelas," tambah Kurtulmus.

Turki mengkhawatirkan kemajuan pasukan YPG di Suriah utara. Turki menuding, Kurdi Suriah mencoba mendirikan wilayah otonomi di perbatasan Turki-Suriah.

Bagi Ankara, YPG yang merupakan sayap bersenjata Partai Uni Demokrat Suriah (PYD) adalah cabang dari partai terlarang di Turki, Partai Pekerja Kurdistan (PKK). Pemerintah Turki kerap menuduh PKK sebagai dalang di balik serangan teror di dalam negeri.

Diberitakan kemarin, Gedung Putih menyatakan bahwa Presiden Barack Obama telah menelepon Presiden Rusia Vladimir Putin menanggapi permintaan dari Putin untuk membahas gencatan senjata di Suriah.

Setelah komunikasi itu, sebuah pernyataan bersama Rusia-AS dirilis. Hasilnya, gencatan senjata diterapkan pada Sabtu mendatang (27/2). Namun, gencatan itu tidak berlaku untuk ISIS, Front al Nusra dan organisasi lainnya yang telah ditetapkan PBB sebagai kelompok teroris.

Pernyataan bersama itu tegas menyebutkan, serangan udara oleh pasukan Suriah, Rusia dan koalisi pimpinan AS terhadap kelompok-kelompok teroris itu akan terus berlanjut. [ald]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

Suhud Dorong RUU Ketenagakerjaan Perkuat Perlindungan Buruh dan Kepastian Usaha

Jumat, 11 September 2026 | 16:25

KPK Panggil 3 Tersangka Baru Kasus Suap Pemerasan Sertifikasi K3 Kemnaker

Jumat, 11 September 2026 | 16:19

Trump Sumpah Bareng Pendukung Republik, Ancam yang Tak Nyoblos Masuk Neraka

Jumat, 11 September 2026 | 16:13

Keluarga Dokter Icha Tuntut Tiga Anggota DPRD TTU Tersangka Intimidasi Dipecat

Jumat, 11 September 2026 | 15:58

DPR: Sebelum Batas Waktu, Tim SAR Maksimalkan Upaya Cari Lima Jurnalis di Selat Sunda

Jumat, 11 September 2026 | 15:46

Aljazair Mendadak Putus Hubungan Diplomatik dengan UEA

Jumat, 11 September 2026 | 15:44

Bahlil Tegaskan BUK Migas Belum Diputuskan

Jumat, 11 September 2026 | 15:00

Jejak Korupsi Rejang Lebong Merambah ke Bengkulu, Kini Giliran Ketua DPRD Herimanto Diperiksa

Jumat, 11 September 2026 | 14:54

Kemenhaj Rilis Peserta CAT PPIH 2027 Gelombang 2

Jumat, 11 September 2026 | 14:46

Kemenhut Bakal Tindaklanjuti Temuan Lima Bayi Orangutan di India

Jumat, 11 September 2026 | 14:35

Selengkapnya