Berita

ilustrasi/net

Dunia

Arab Saudi Jadi Importir Senjata Terbesar Di Timur Tengah

SELASA, 23 FEBRUARI 2016 | 14:39 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Transfer senjata internasional ke kawasan Timur Tengah mengalami peningkatan selama lima tahun terakhir.

Dalam laporan terbaru yang dirilis oleh Stockholm International Peace Research Institute (SIRI) baru-baru ini ditemukan data bahwa secara keseluruhan, impor senjata yang dilakukan oleh negara-negara di Timur Tengah telah meningkat 61 persen dalam periode 2011 hingga 2015.

Selama periode tersebut, Arab Saudi merupakan negara yang mengalami peningkatan impor senjata, yakni mencapai 275 persen bila dibandingkan dengan periode 5 tahun sebelumnya.


Arab Saudi merupakan pasar senjata utama produksi Inggris dan Amerika Serikat.

"Koalisi negara-negara Arab menempatkan Amerika Serikat dan Eropa menjadi sumber senjata canggih yang mulai digunakan di Yaman," kata peneliti senior SIPRI Pieter Wezeman.

"Meskipun harga minyak yang rendah, pengiriman besar senjata ke Timur Tengah dijadwalkan untuk melanjutkan sebagai bagian dari kontrak yang ditandatangani dalam lima tahun terakhir," sambungnya seperti dimuat The Guardian (Selasa, 23/3).

Dalam laporan tersebut juga dikatakan bahwa Arab Saudi merupakan importir senjata terbesar kedua di dunia setelah India.

Sedangkan di kawasan Timur Tengah sendiri, setelah Arab Saudi, negara lain yang menjadi importir senjata terbesar lainnya adalah Qatar yang mengalami peningkatan hingga 279 persen dalam periode 2011-2015. Disusul oleh Mesir yang naik 37 persen dan Uni Emirat arab 37 persen. [mel]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

MAKI Heran KPK Tak Kunjung Tahan Tersangka Korupsi CSR BI

Selasa, 13 Januari 2026 | 20:11

Keadilan pada Demokrasi yang Direnggut

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:54

Program MBG Tetap Harus Diperketat Meski Kasus Keracunan Menurun

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:51

Oegroseno: Polisi Tidak Bisa Nyatakan Ijazah Jokowi Asli atau Palsu

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:48

Ketum PBMI Ngadep Menpora Persiapkan SEA Games Malaysia

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:41

Sekolah Rakyat Simbol Keadilan Sosial

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:41

110 Siswa Lemhannas Siap Digembleng Selama Lima Bulan

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:30

PBNU Bantah Terima Aliran Uang Korupsi Kuota Haji

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:08

Demokrat Tidak Ambil Pusing Sikap PDIP Tolak Pilkada Via DPRD

Selasa, 13 Januari 2026 | 18:57

Amankan BBE-Uang, Ini 2 Kantor DJP yang Digeledah KPK

Selasa, 13 Januari 2026 | 18:40

Selengkapnya