Berita

tentara india menjaga kanal/net

Dunia

Ribuan Warga New Delhi Kekurangan Air, Tentara Jaga Kanal Utama

SELASA, 23 FEBRUARI 2016 | 12:52 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

RMOL. India mengerahkan sejumlah pasukan tentara untuk mengamankan kanal Munak dari sabotase kelompok warga yang menggelar aksi protes sejak awal pekan ini.

Kanal Munak merupakan kanal utama yang mengaliri air ke ribuan warga di ibukota New Delhi.

Kanal tersebut menjadi sasaran pengunjuk rasa dari kelompok masyarakat kasta Jat di wilayah Haryana India.


Pengunjuk rasa dari kelompok masyarakat Jat itu memprotes kebijakan pemerintah terkait dengan pembagian kuota pendidikan dan pekerjaan berdasarkan kasta.

Mereka merasa tidak mendapatkan keadilan karena kebijakan tersebut memberikan kuota lebih untuk kasta dengan kategori tertinggal. Sedangkan Jat telah dikategorikan sebagai kasta yang tidak tertinggal, sehingga tidak memiliki hak untuk mendapatkan jatah kuota di bidang pendidikan dan pekerjaan untuk kasta tertinggal.

Para pengunjuk rasa pada akhir pekan kemarin melakukan aksi unjuk rasa beujung kekerasan yang menyebabkan jatuhnya belasan korban jiwa serta kerusakan sejumlah infrastruktur publik. Selain itu, para pengunjuk rasa juga menyabotase kanal Munak yang menyebabkan pasokan air ke New Delhi menjadi terganggu.

Akibatnya, aliran air ke ibukota menjadi berkurang lebih dari dua pertiga. Hal itu menyebabkan ratusan ribu rumah tangga mengalami krisis air serta sekolah dan perkantoran yang terpaksa tutup karena tidak adanya air.

Melihat hal tersebut, pemerintah India sejak awal pekan kemarin telah mengerahkan tentara untuk mengambil alih kendali di kanal tersebut.

"Ada kerusakan yang cukup luas di kanal dan akan membutuhkan beberapa saat untuk sepenuhnya memulihkan pasokan ke Delhi," kata juru bicara dewan air Sanjam Cheema seperti dimuat The Guardian (Selasa, 23/3). [mel]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

PLN Perluas SPKLU Signature Dukung Ekosistem Kendaraan Listrik

Minggu, 13 September 2026 | 08:21

Pemerintah Didesak Tetapkan Status Darurat Kesehatan Imbas Karhutla

Minggu, 13 September 2026 | 08:01

AntreEV Permudah Antrean SPKLU Lewat PLN Mobile

Minggu, 13 September 2026 | 07:40

Tak Ada Kerusakan Akibat Gempa di Perairan Kepulauan Seribu

Minggu, 13 September 2026 | 07:03

Bisa Pengaruhi Investor, Penegak Hukum Ditantang Adil di Kasus Transfer Pricing

Minggu, 13 September 2026 | 06:51

Inovasi Jebolan Program Pertamuda Pertamina Bantu Nelayan Peroleh Cuan

Minggu, 13 September 2026 | 06:21

Ketika Hukum Terlihat Sedang Mencari Pasal, Bukan Kebenaran

Minggu, 13 September 2026 | 05:47

Nilai Adat Harus Dipegang Teguh dan Diwariskan ke Setiap Generasi

Minggu, 13 September 2026 | 05:16

Budi Daya Lobster Modeling Batam Tembus Pasar Ekspor, Daerah Lain Siap Menyusul

Minggu, 13 September 2026 | 04:43

Strategi Pengusaha Indonesia Hadapi CBAM EU dan IEU-CEPA

Minggu, 13 September 2026 | 04:14

Selengkapnya