Berita

protes di india/net

Dunia

19 Orang Tewas Di Tengah Protes Kasta Di India

SENIN, 22 FEBRUARI 2016 | 15:36 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Korban tewas akibat protes berujung kekerasan yang terjadi di negara bagian utara meningkat menjadi setidaknya 19 orang.

Selain korban tewas, protes warga akan kuota pendidikan dan pekerjaan berdasarkan kasta itu juga menyebabkan lebih dari 200 orang lainnya terluka.

Para pengunjuk rasa yang sebagian besar berasal dari wilayah pedesaan Jat itu diketahui turun ke jalan dalam aksi unjuk rasa sejak beberapa hari terakhir. Mereka memprotes program aksi afirmatif India di negara bagian Haryana. Pasalnya secara tradisional kebijakan tersebut terlihat membagi hak pendidikan dan pekerjaan berdasarkan kasta.


Sedangkan masyarakat Jat sendiri sempat ditetapkan sebagai "kasta mundur" oleh pemerintah India sejak Maret 2014 lalu. Namun pada tahun 2015, Mahkamah Agung India membatalkan keputusan itu dan mengatakan bahwa Jat bukanlah kasta mundur dan tidak berhak untuk mendapatkan kpekerjaan pemerintah serta kursi universitas yang disediakan untuk kasta mundur sebagaimana yang ditetapkan oleh konstitusi India.

Dalam aksi, para pengunjuk rasa menyebut bahwa mereka merasa dirugikan dengan keputusan Mahkamah Agung India itu dan menuntut hak yang sama dengan kasta rendah lainnya.

Mereka melakukan aksio unjuk rasa demham melakukan kekerasan dan pengerusakan sejumlah infrastruktur publik seperti bangunan, bus dan juga kendaraan polisi.

India sendiri diketahui menyiapkan sebagian kuota pekerjaan pemerintah dan kursi universitas untuk kasta yang telah menghadapi diskriminasi secara berabad-abad atau kasta yang secara ekonomi sosial dinilai kurang maju. Demikian seperti dimuat AsiaOne. [mel]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

PLN Perluas SPKLU Signature Dukung Ekosistem Kendaraan Listrik

Minggu, 13 September 2026 | 08:21

Pemerintah Didesak Tetapkan Status Darurat Kesehatan Imbas Karhutla

Minggu, 13 September 2026 | 08:01

AntreEV Permudah Antrean SPKLU Lewat PLN Mobile

Minggu, 13 September 2026 | 07:40

Tak Ada Kerusakan Akibat Gempa di Perairan Kepulauan Seribu

Minggu, 13 September 2026 | 07:03

Bisa Pengaruhi Investor, Penegak Hukum Ditantang Adil di Kasus Transfer Pricing

Minggu, 13 September 2026 | 06:51

Inovasi Jebolan Program Pertamuda Pertamina Bantu Nelayan Peroleh Cuan

Minggu, 13 September 2026 | 06:21

Ketika Hukum Terlihat Sedang Mencari Pasal, Bukan Kebenaran

Minggu, 13 September 2026 | 05:47

Nilai Adat Harus Dipegang Teguh dan Diwariskan ke Setiap Generasi

Minggu, 13 September 2026 | 05:16

Budi Daya Lobster Modeling Batam Tembus Pasar Ekspor, Daerah Lain Siap Menyusul

Minggu, 13 September 2026 | 04:43

Strategi Pengusaha Indonesia Hadapi CBAM EU dan IEU-CEPA

Minggu, 13 September 2026 | 04:14

Selengkapnya